Gaperoma Protes Kenaikan Tarif Cukai Hasil Tembakau

Malang, Zonanusantara.com – Gabungan Perusahaan Rokok Malang (Gaperoma) akan mengambil sikap terkait kenaikan tarif hasil tembakau yang ditetapkan pemerintah melalui Menteri Keuangan.

Kenaikan sebesar 23 persen dan Harga Jual Eceran (HJE) sebesar 35 persen, dikawatirkan akan berdampak pada penurunan penjualan dan produksi rokok.

Karena itu Gaperoma merencanakan akan melayangkan surat protes atas kenaikan tersebut.

Kepala Bagian (Kabag) Adminstrasi Perekonomian Sekda Kabupaten Malang, Untung Sudarto, surat keberatan tersebut akan dikirim ke pemerintah pusat, dengan tembusannya ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.

“Dengan kenaikan cukai yang begitu tinggi pada tahun 2020 membuat Gaperoma melayangkan surat keberatan, karena dinilai akan berdampak pada penurunan penjualan dan produksi rokok,” ungkap Untung Sudarto, saat dihubungi awak media, Kamis (24/10).

Menurut Untung, dengan adanya kenaikan cukai rokok tersebut bakal membuat harga jual rokok ikut naik. Karena, yang dinaikkan merupakan tanaman tembakaunya.

“Jika bahan baku mahal, perusahaan akan mengeluarkan biaya produksi lebih banyak, yang mempengaruhi harga hasil produksi juga naik,” jelasnya.

Sedangkan, lanjut Untung, daya beli masyarakat terbatas. Hal itulah membuat banyak perusahaan akan keberatan lantaran tingginya ongkos produksi dan pemasukan sedikit.

“Kondisi tersebut membuat pengusaha rokok bakal tidak mampu untuk membayar upah para buruh. Dampaknya akan terjadi pemutusan hubungan kerja besar-besaran,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here