Gelar Wisuda Terbesar IKIP Budi Utomo Malang

Rektor IBU, Dr Nurcholis Sunuyeko,Msi saat jumpa pers di Hotel Gajahmada, Malang, Rabu (27/3/2019). Dalam waktu dekat IBU akan melakukan wisuda di GOR Ken Arok, Kota Malang, Foto : M. Cholil

Malang, Zonanusantara.com – Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Budi Malang, Jawa Timur, akan menggelar wisuda sarjana sekaligus Dies Natalis ke-32 di GOR Ken Arok, Kota Malang, Sabtu (30/3/2019).

Perguruan tinggi swasta (PTS) yang akrab diakronimkan IBU, singkatan dari IKIP Budi Utomo, itu akan mewisuda sarjana dalam jumlah jumbo. Strata satu (sarjana) maupun strata dua (oascasarjana), jumlahnya mencapai 1.232 wisudawan. Mereka dari Fakultas Pendidikan Ilmu Eksakta dan Keolahragaan (FPIEK) sebanyak 814 wisudawan. Sedangkan 418 wisudawan dari Fakultas Pendidikan Ilmu Sosial dan Humaniora (FPISH) serta mahasiswa program magister (S2).

Rektor IBU, Dr H. Nurcholis Sunuyeko, MSi dalam konpres di Hotel Gajahmada Malang, mengatakan wisuda kali ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah. Terkait hsl itu, ia bertekad menyuguhkan acara yang meriah. Mengkolaborasikan antara wisuda konvensional dan happiness forum yang bernuansa romantikal.

“Konsep ini merupakan jawaban IBU terhadap tantangan kondisi dan situasi bangsa saat ini. Konkretnya, ketika Indonesia tengah mempersiapkan diri menghadapi era industri 4.0,” kata Doktor Nurcholis, Rabu (27/8/2019) malam.

Menurut Yai, sapaan akrab Rektor IBU, PTS yang ia pimpin mempresentasikan miniatur Indonesia. Hampir semua daerah dengan beragam budaya, suku dan agama ada di IBU.

“Bahkan jumlah mahasiswa asing pun banyak di IBU,” ujarnya.

Jumlah mahasiswa asing yang masih aktif kuliah di IBU sebanyak 22 orang. Mereka berasal dari berbagai negara, baik dari Eropa Timur maupun negara negara Asia. Secara keseluruhan jumlah mahasiswa asing mencapai lebih 100 orang, namun sebagian telah menyelesaikan studi dan kembali ke negara asalnya.

Dijelaskan, menyongsong era Revolusi 4.0, IBU akan terus berinovasi dengan melakukan langkah-langkah tidak saja kuantitatif namun juga kualitas. Metodologi dan sumber daya dosen, dan kerja sama dengan perguruan tinggi di luar negeri terus ditingkatkan.

“Tahun ini IBU mengirim lima orang dosen kuliah di Asia dan negara lain,” pungkas Yai tanpa menyebutkan negara mana saja yang dituju.

Ia pun dengan bangga memaparkan lulusan IBU bisa berkompetisi di negara lain. Khusus untuk bidang olahraga, dari 30 guru olahraga yang diterima sebagai pegawai negeri sipil (PNS), 16 orang lulusan IBU.

Pada saat yang bersamaan Yai juga mengumumkan nama-nama pemenang Lomba Karya Jurnalistik (LKJ) yang dirangkai bersamaan dengan Hari Pers Nasional 2019 dan Dies Natalis IBU. Peserta dibagi dalam tiga kategori. Rincinya media online, cetak dan televisi.

Kategori media cetak, juara pertama diraih Dedik dari Duta Masyarakat, juara dua Rahardi dari MemoX, dan juara tiga diraih Benny Indo dari Harian Surya.

Pada kategori media online, tampil sebagai juara pertama Agus Susanto dari surabayapost. id, disusul Yosef Naiobe dari zonanusantara.com, dan juara tiga
Sandra jurnalis radarmalang.id.

Di kategori televisi, juara pertama Arief Masbuchin dari TVRI, juara dua Ahmad Amin dari Gajayana TV, dan juara tiga Tutus Sugianto dari NetTV. Para juara ini bakal mendapat beasiswa S2 di IBU.

Rektor Nurcholis Sunuyeko, ketika meninjau persiapan wisuda di GOR Ken Arok, Malang, Jawa Timur. (Foto : Cholil)

Penilaian LKJ tersebut dilakukan enam dewan juri. Juri kategori media cetak Suyitno dan Aries, juri media online Yunanto dan Achmad Rizal. Sedangkan juri media televisi adalah Eddy dan Amin Tohari. Dewan juri merupakan wartawan senior dan pakar di bidangnya.

Ketua panitia wisuda IKIP Budi Utomo Malang, Susandi M.Pd mengatakan wisuda kali ini wisudawan akan diajak untuk menyaksikan pemutaran video kilas balik perjalanan IBU, sejak awal berdirinya hingga sekarang, lewat video selayang pandang perjalanan IBU.

“Menurut kami ini hal yang khusus ya? Karena wisudawan dan tamu undangan akan menyaksikan video kilas balik tersebut,”aku Susandi.

Dijelaskan, selain itu panitia juga akan menyuguhkan pentas budaya berupa tari Nusantara, dan lagu lagu nusantara, dan paduan suara multi etnis. Dengan pagelaran seni budaya Nusantara ini, lanjut Susandi IBU ingin menegaskan jika perguruan tinggi swasta ini merupakan miniatur Indonesia mini. Hampir semua daerah bahkan mahasiswa asing banyak yang kuliah di sini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here