Hari Jadi Bone yang Bermakna, Kadis Asman Hadirkan Program Optimalisasi Lahan Rawa 5000 Hektar sebagai Kado Spesial untuk Petani

ac889f6c e6bd 413f 9a1f 3bb9b971bfb8 - Zonanusantara.com

BONE–Kurang dari dua pekan menjelang Hari Jadi Bone ke-694, Kadis Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM, mempersembahkan kado istimewa untuk masyarakat Bone. Program ambisius pengoptimalan lahan rawa seluas 5.000 hektar di Bone akan dimulai pada Senin, 25 Maret 2024, dengan penanaman perdana padi di Desa Tawaroe, Kecamatan Dua Boccoe.

“Hari ini adalah penanaman perdana dari program pengoptimalan lahan rawa. Dengan kerjasama antara Dinas TPHP Bone dan TNI, kami yakin program ini akan sukses,” kata Andi Asman.

Read More
Ketua DPRD Kab. Bone Irwandi Burham,SE.MM

e13fc5c8 32cb 457c 8bb9 50f22ee213f6 - Zonanusantara.com

Optimalisasi lahan rawa ini merupakan langkah nyata dari komitmen Kementerian Pertanian untuk menjadikan Bone sebagai penyangga pangan nasional. Program ini tersebar di empat kecamatan di Bone Utara, yaitu Dua Boccoe, Tellu Siattinge, Ajangale, dan Cenrana.

Baca Juga :  Yasir Machmud Pimpin Perhitungan Suara Gerindra di DPRD Sulsel, Sindrom Paternalistik Menantang Transparansi Demokrasi

“Kami berharap, melalui optimalisasi lahan rawa, produksi gabah dapat meningkat berkali-kali lipat. Sungai-sungai besar dan kecil seperti Sungai Walanae di Bone Barat dan Utara akan dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan air bagi tanaman padi,” jelas Andi Asman.

Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan unsur TNI, diharapkan program ini dapat menjadi langkah besar dalam mendukung ketahanan pangan nasional. “Mari bersama-sama kita sukseskan program optimalisasi lahan rawa ini dan jadikan Bone sebagai lumbung pangan nasional,” tandas Andi Asman.

Dandim 1407/Bone, Letkol Inf Moch Rizqi Hidayat Djohar, melalui Babinsa Koramil Dua Boccoe, Serda Michael, mengumumkan rencana pengembangan lahan rawa yang tersebar di Desa Solo dan Tawaroe.

Menurut Serda Michael, Desa Solo memiliki potensi sekitar 100 hektar lahan rawa yang siap untuk dioptimalkan, sementara di Tawaroe, potensi lahan mencapai 500 hektar.

“Pendampingan tim survei dari UNHAS kemarin bertujuan untuk mengembangkan prasarana tata air di lahan-lahan tersebut. Kami menunggu hasil survei untuk memulai langkah-langkah selanjutnya,” ungkap Serda Michael.

Baca Juga :  DPC Peradi RBA Buka Sayap di Malang Raya

Dandim 1407/Bone, Letkol Inf Moch Rizqi Hidayat Djohar, menegaskan bahwa keterlibatan Kodim dalam inisiatif ini adalah untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.

“Lahan oplah harus mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pertanian pusat. Kami berharap program ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah kami,” kata Letkol Inf Moch Rizqi Hidayat Djohar.

Dalam pelaksanaannya, pengembangan lahan rawa di dua Boccoe akan dipimpin oleh Danrami 02/Dua Boccoe, Kapten Arh Ruslan.

“Kami berharap dengan adanya program ini, petani di Desa Solo dan Tawaroe dapat meningkatkan hasil panen mereka dan menciptakan peluang untuk menanam lebih dari sekali dalam setahun,” tambah Kapten Arh Ruslan.

Kedepannya, Kodim bersama Dinas TPHP akan terus berkoordinasi untuk mengoptimalkan pengembangan lahan rawa ini dalam mendukung ketahanan pangan nasional. (*)

Ketua DPRD Kab. Bone Irwandi Burham,SE.MM

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *