ITL Trisakti Tingkatkan Tata Kelola Menuju “World Class University”

Foto : Eddy

Jakarta, Zonanusantara.com- Manajemen mutu merupakan aspek penting dalam setiap organisasi yang ingin bertahan dan berkelanjutan. Sehubungan dengan hal itu, Institut Transportasi dan Logistik (ITL) Trisakti menggelar “workshop” terbatas bertajuk Tata Kelola Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi dan Prodi serta Karir Dosen.

Kegiatan tersebut berlangsung di kampus ITL Trisakti, Jl. IPN Kebon Nanas, Jakarta Timur, 5 April silam. Acara tersebut menghadirkan pemateri M. Samsuri, Sekretaris Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III Jakarta.

Dalam sambutannya, Rektor ITL Trisakti Tjuk Sukardiman memaparkan, ITL Trisakti bertujuan menjadi “world class university” (universitas bertaraf dunia). Syarat utama yang harus dipenuhi adalah tata kelola organisasinya.

“Salah satunya adalah karir para dosen harus jelas. Untuk itu kita hari ini mengundang Bapak M. Samsuri, Sekretaris LLDIKTI Wilayah III Jakarta dengan tujuan memberi pemaparan Tata Kelola Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi dan Prodi serta Karir Dosen,” ujar Tjuk Sukardiman.

M. Samsuri menyebutkan, sekarang tidak ada lagi dikotomi antara perguruan tinggi negeri (PTN) dengan swasta (PTS). LLDIKTI mendorong tata kelola agar semua perguruan tinggi menjadi unggul.

Ia tegaskan, ada tiga poin penting yang harus dikelola. Pertama, pangkalan data perguruan tinggi harus rapi, tertib dan benar, karena ini amanat UU No. 12/ Tahun 2012 diperkuat Permenristekdikti No. 61 tahun 2016.

Kedua, sistem penjaminan mutu internal rujukan Permenristekdikti No. 50 tahun 2018 tentang standard nasional perguruan tinggi harus berjalan di ITL Trisakti. Ketiga, sistem penjaminan mutu eksternal yakni akreditasi harus dipersiapksapkan secara baik.

Samsuri juga menekankan, poin pentingnya adalah pada tata kelola perguruan tinggi dan program studi (prodi). Perguruan tinggi dan prodi menjadi berkualitas jika didukung penuh oleh dosen.

“Karena itu dosennya harus memiliki kualifikasi dan kompetensi yang baik. Dalam rangka mendorong kompetensi dosen, pemerintah sudah memberi ruang berupa jenjang jabatan akademik. Supaya dosen-dosen di sini memiliki jabatan akademik yang tidak berhenti pada jenjang-jenjang tertentu,” paparnya.

LLDIKTI terus mendorong dosen untuk meningkatkan kompetensinya. Salah satunya, mendorong dosen yang sudah bergelar S-3 agar menjadi professor. Hal lain yang pokok saat ini adalah dosen melaksanakan tridarma perguruan tinggi, pengajaran, penelitian, pengabdian masyarakat.

“Penelitian ini yang penting. Dosen harus rajin mempublikasikan karya ilmiah. Semakin rajin mempublikasikan, maka semakin terasah keilmuannya. Jadi, kami ingin mendorong perguruan tinggi dan prodi memiliki mutu yang baik, dilengkapi dosen yang memiliki kualifikasi dan kompetensi yang baik yang ditunjukkan dengan jenjang jabatan akademis,”
jelas Samsuri.

Adapun Tjuk Sukardiman menerangkan, bimbingan dan penjelasan Samsuri sangat bermanfaat bagi ITL Trisakti terkait tata kelola perguruan tinggi yang baik, prodi yang dituntut terakreditasi lebih baik dan jabatan akademik dosen.

“Ketiga hal itu yang jadi persyaratan utama dalam rangka ITL Trisakti menjadi world class institute,” ujar Tjuk.

Selanjutnya ITL Trisakti menetapkan agar semakin banyak dosennya yang menjadi professor. Karena prinsipnya semakin banyak guru besar di sebuah perguruan tinggi, maka predikat dan reputasinya akan semakin baik.

“Persyaratan juga terkait antara reputasi institusi, tata kelola yang baik, lalu prodi terakreditasi dan persyaratan jumlah dosen yang memiliki jabatan akademik tertinggi itu syarat utama agar akreditasinya dianggap unggul. Jadi kalau unggul kita akan lebih mudah menjadi world class institute of transportation technology,” tegas Tjuk.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here