Jelang Purna, KD Mengaku Sosialisasi Germas Masih Tersisa Belasan Titik 

IMG 20240703 172546 - Zonanusantara.com
Foto Risma

 

BATU- Anggota DPR RI periode 2019-2024 akan berakhir pada October tahun ini bersamaan dengan masa jabatan periode ke 2 Joko Widodo. Menjelang masa purna bakti para legislator Senayan, ada pengakuan tulus dari Krisdayanti atau yang akrab disapa KD. Politisi PDI P ini mengatakan hingga kini gerakkan masyarakat hidup sehat (Germas) masih menyisakan PR di 14 titik yang belum tuntas di dapilnya di Malang Raya Jawa Timur.

Read More

“Germas ini disosialisasi Kementerian Kesehatan dan ini sangat mendasar. Germas ini adalah di 14 titik yang masih tersisa dalam dijabatannya sampai purna nanti pada Bulan Oktober,” ungkap KD, di Batu, Rabu (3/72024).

Baca Juga :  Puluhan Sopir Bus dan Angkot Tes Urine

Anggota Komisi IX ini mengatakan ada beberapa instansi yang menjadi mitranya telah ditangani seperti BPOM, Badan Pengawasan Perlindungan Pekerja Migran. Namun ia merasa Germas sangat menyentuh ke masyarakat karena pesertanya jauh lebih banyak.

“Yang paling mendasar saya tahu semua Kementerian dan lembaga penting, tapi ketika BPOM yang sudah saya selesaikan atau Badan Pengawasan Perlindungan Pekerja Migran, saya prepare karena saya pribadi Germas lebih kena ke masyarakat dan pesertanya jauh lebih banyak,” terang KD.

KD berkesempatan menjadi nara sumber memaparkan manfaat fasilitas Telemedicine kepada masyarakat di Desa Bumiaji Kota Batu, Jawa Timur.

Pelantun lagu menghitung hari ini menegaskan ikut bertanggung jawab atas kesehatan masyarakat termasuk pakan yang dikonsumsi memenuhi standar empat sehat lima sempurna.

Baca Juga :  Diskusi Perlindungan Diri Organisasi Wartawan Hadirkan BPJS

KD yang bersuamikan orang Timor Leste, Raul Lemos ini menjelaskan manfaat telemedicine ini pengobatan dalam jarak jauh. Ia menambahkan sejak 2010 WHO sudah melaksanakan, namun  karena Covid 19, menjadi satu pilihan kerja yang sangat dirujuk oleh seluruh dunia, memang jauh lebih mengefisiensi operasional dan juga SDM warga sendiri. Jadi warga tidak perlu lagi datang.

“Apalagi saya sudah berbicara dengan Dinkes bagaimana terkait 23 ribu Lansia di Kota Batu yang tidak paham dengan gadged sangat kasihan sekali.

“Tadi saya sudah sampaikan ke Pak Kadinkes ke depannya kita akan menjemput bola untuk seluruh Lansia di Kota Batu,” tandasnya. (Kharisma)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *