Kasus Pengeroyokan, Kades Kiusili Tersangka

AKP Tatang Prajitno Panjaitan

Kefamenanu,zonanusantara.com,-Kepala Desa Kiusili Kecamatam Bikomi Selatan, , Melchianus Mikhael Kono ditetapkan sebagai tersangka, Jumat (8/11) atas dugaan kasus pengeroyokan. Dalam kasus ini polisi juga menetapkan tersangka lain, Jonisius Bana.

Kasat Reskrim Polrs TTU, AKP Tatang Prajitno Panjaitan menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada acara pesta pernikahan salah satu warga setempat yang dilangsungkan pada Rabu lalu. , Pesta tersebut diisi dengan acara dansa hingga Kamis dini hari.

Melihat situasi ini pihak berwajib mengingatkan agar acara itu sebaiknya dibubarkan. Namun ajakan polisi tak dihiraukan.

Mengenai kronologis kejadiannya, dipicu masalah dansa. Salah seorang tersangka, mengajak seorang perempuan yang berada dalam pesta untuk berdansa namun ditolak. Perempuan yang tak disebutkan namanya tersebut dalam keadaan hamil.

Akibat ditolak salah satu tersangka tersinggung, yang menyulut kericuhan dalam acara tersebut dan berujung pada pengeroyokan. Dalam pemeriksaan polisi, diketahui otak di balik peristiwa ini adalah Kepala Desa Kiusili Melchianus Mikhael Kono.

“Kepala Desa Kiusili kita tetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pengeroyokan yang terjadi di Kiusili kemarin malam,” kata AKP Tatang Prajitno Panjaitan saat dikonfirmasi awak media di Mapolres TTU, Jumat (08/11/2019).

Dalam kejadian tersebut dua warga dilaporkan menjadi korban. Satunya dalam kondisi kritis dan sedang dalam perawatan medis.

Menurut Tatang, pada saat kejadian, Kepala Desa memprovokasi masa melalui pengeras suara hingga suasana tak terkendali.

Selain korban luka, peristiwa itu juga mengakibatkan salah satu kendaraan roda empat kacanya pecah terkena lemparan batu. Bahkan, salah seorang anggota polisi ikut menjadi korban.
.
“Ada kaca mobil yang pecah akibat terkena lemparan batu termasuk anggota Polisi yang berusaha mengamanakan suasana pesta juga kena lempar,” ujarnya.

Tatang mengaku telah mengantongi identitas pelaku lain dalam kejadian tersebut. Polisi tambah Tatang, telah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Bikomi Selatan agar memberitahukan para terduga pelaku lain yang sudah dikantongi identitasnya agar menyerahkan diri.

“Kita sudah koordinasi dengan pihak Kecamatan untuk memburu beberapa tersangka yang masih buron,”pungkasnya.

Untuk diketahui, di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), setiap pesta pernikahan selalu marak dengan acara dansa. Tak jarang menimbulkan kekacauan bahkan berujung bentrok fisik gara gara dansa. Sayangnya hingga saat ini belum ada sikap dari pemerintah maupun dari tokoh agama untuk menghentikan kebiasaan buruk tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here