Kejar Target, Unikama Road Show ke Sekolah-sekolah

Rektor Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) Dr Pieter Sahertian menyerahkan piagam penghargaan kepada salah satu peserta Malang Eksport Summit 2019 (foto : Humas Unikama)

Malang, Zonanusantara.com – Universitas Kanjuruhan Malang ( Unikama ) tahun ini menargetkan penerimaan mahasiswa baru bisa mencapai 2500 mahasiswa.

Untuk mencapai target tersebut, pihak Unikama melakukan road show ke sejumlah sekolah di Jawa Timur. Selain itu Unikama juga rutin mengikuti pameran di wilayah Jawa Timur.

“Insya Allah setelah kita melewati tahun luar biasa ini kita ingin kembali normal,” ujar Kepala PMB Unikama, Ali Ismail, Senin (4/3/2019)

Is demikian ia disapa mengaku pasca kampusnya dilanda konflik internal, sangat berpengaruh terhadap penerimaan mahasiswa baru. Dia membandingkan penerimaan mahasiswa pada tahun lalu hanya 700 mahasiswa baru. Jumlah ini jauh lebih sedikit, dibandingkan dua tahun sebelumnya.

“Sebelumnya jumlah mahasiswa yang baru yang kuliah di sini mencapai 2000 orang,” papar Ali Ismail didampingi Kepala Humas, Retno Wulandari.

Ismail berharap situasi kembali normal agar pencapain target bisa diwujudkan. Untuk itu, sambung Ismail, Unikama rutin melakukan promosi kepada semua khalayak termasuk mendatangi sekolah – sekolah di Jawa Timur, terutama siswa kelas 12. Road show dilakukan hingga Kalimantan dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Kunjungan ke sekolah – sekolah. Kita mohon ijin perkenalkan Unikama kepada siswa untuk supaya mereka mengetahui Unikama seperti ini,” tandasnya.

Selain memaparkan kampusnya, Unikama tahun ini menambah satu program baru, yakni Program Studi IPA dan program studi magister Bahasa Inggris.

“Itu yang kita sampai kepada khalayak,” tambah Ismail diamini Retno Wulandari.

Saat ini Unikama memiliki total 21 prodi plus S2. Sementara untuk menjaring calon mahasiswa baru pihak Unikama akan membuka pendaftaran mahasiswa baru pada awal April 2019. Pendaftaran dibuka hingga Agustus 2019.

“Kita buka tiga gelombang. Pertama April hingga Juni dan Agustus,”pungkasnya

Ali Ismail mengaku meski belum membuka pendaftaran secara resmi namun hingga kini sudah ada 40 siswa yang mendaftar. Mereka yang mendaftar pada gelombang 0 ini buah dari hasil kunjungan ke sekolah – sekolah dan pameran yang diikutinya.

Bagi pendaftar pada gelombang 0 ini akan diberikan kemudahan berupa pemberian diskon hingga 50 persen Dana Pendidikan Pembangunan (DPP). Uang tersebut baru diserahkan jika mahasiswa atau calon mahasiswa tersebut dinyatakan lulus seleksi atau dinyatakan lulus.

Kepala PMB Unikama Ali Ismail didampingi Kepala Humas dan Kerja sama Retno Wulandari (Foto : Yosef Funan Naiobe)

Sementara itu, Kepala Pusat Bisnis dan Kewirausahaan Universitas Kanjuruhan Malang, Jacob Win mengatakan belum lama ini pihak Unikama menggelar menggelar event Malang Esport Summit 2019.

Kegiatan ini lanjutnya sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Malang. Kegiatan ini juga diklaim  dapat meningkatkan kewirausahaan yang ditujukan untuk mengenalkan pada kaum Millenial.

“Saat ini, kami melalui inkubator bisnis terus berupaya melakukan pelatihan dan pendampingan bagi mahasiswa dan dosen untuk bersaing dalam dunia industri dan kewirausahaan,” ungkapnya.

Untuk itu, lanjut Jacob, pihaknya berharap dengan adanya unit baru yang dibawah Pusat Bisnis dan Kewirausahaan Unikama ini dapat mensinergikan Prodi dengan Pusat Bisnis supaya dapat berkembang.

“Inkubator bisnis ini baru saja di resmikan bulan Februari lalu. Tapi kami yakin dapat mengangkat potensi yang ada di Unikama,” jelasnya.

Sebab, tambah Jacob, dengan adanya Pusat Bisnis dan Kewirausahaan atau yang biasa juga disebut Business and Enterpreneurship Center (BEC) Unikama dapat mendorong para insan muda untuk mampu berbisnis ataupun membuat uang lewat berwirausaha maupun mengembangkan hobinya masing-masing.

Baca: Dua Bulan Terakhir Denda Tilang Kota Malang Capai Rp 270 Juta

Termasuk juga mengajarkan ataupun memotivasi para mahasiswa yang ingin berwirausaha lewat pembekalan keahlian sampai pemasaran.

“Kita juga bertugas membantu dan membimbing mulai dari nol sampai produk mereka dipasarkan, sampai kini yang ditarget tidak hanya mahasiswa tapi juga siswa SMA dan SMK,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here