Kepsek di TTU Diharapkan Memahami Penggunaan Dana BOS

Foto: Luis Salu/Zonanusantara.com

Timor, Zonanusantara.com – Para Kepala Sekolah di wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur diharapkan mampu memahami teknis penggunaan dan pengelolaan dana bantuan operasional sekolah (BOS).

Harapan ini disampaikan Kepala Bidang Bina Ketenagaan Pendidikan (Tendik) Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga, Kabupaten TTU, Yosef Mokos, S.Pd dalam acara sosialisasi penggunaan dana BOS tahun 2019 di Nunpene, Kecamatan Miomaffo Timur, Jumat (22/02/2019).

Untuk wilayah Kab.TTU sosialisasi dilaksanakan di tiga tempat antara lain, di Nunpene, Kecamatan Insana, yang dilaksanakan di SDK Maubesi I sedangkan di Kecamatan Biboki Selatan berlangsung di SDK Oenopu.

Mantan Kepala Seksi Kurikulum Pendidikan Menengah ini menjelaskan material yang disampaikan dalam sosialisasi antara lain, penggunaan dana BOS dan pendampingan penyusunan rencana kegiatan anggaran sekolah (RKAS) dan dokumen pelaksanaan anggaran sekolah (DPAS) tahun Anggaran 2019.

“Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman para peserta terhadap petunjuk tekni (jukins) dana BOS 2019 serta menghasilkan dokumen kegiatan anggaran sekolah (RKAS) dan dokumen pelaksanaan anggaran sekolah (DPAS) sesuai Permendikbud No. 3 Tahun 2019,” jelasnya.

Menurutnya dalam Permendikbud tersebut memuat tentang petunjuk teknis penggunaan dana bantuan operasional sekolah. Selain itu berdasarkan surat edaran Permendagri No. 971-7791 tahun 2018 tentang petunjuk teknis penganggaran, pelaksanaan dan penata usahaan serta pertanggung jawaban dana BOS satuan pendidikan dasar negeri yang diselenggarakan oleh Kabupaten/Kota pada anggaran pendapatan belanja daerah (APBD).

Sosialisasi ini akan dilaksanakan hingga 23 Februari. Substansi nya menyangkut pendampingan dan pembuatan draft rencana kegiatan anggaran sekolah (RKAS), dilanjutkan dengan pembahasan bersama dewan guru dan pengurus komite terakhir tim merampungkan dana BOS untuk selanjutnya diserahkan ke tim Bos kabupaten.

“Kita berharap, sosialisasi ini menghasilkan satu dokumen RKAS dan DPAS sesuai Permendikbud No. 3 Tahun 2019 dan surat edaran Permendagri No.971-7791 Tahun 2018,” harapnya.

Yosef mengaku, penyaluran dana BOS 2018, tidak tepat waktu. Di mana kata dia, triwulan pertama hingga Maret baru disalurkan pada April. Yosef mengklaim keterlambatan ini dari pihak Propinsi.

Sebagai antisipasi, Yosef mengaku selalu melakukan konsultasi ke propinsi agar keterlambatan ini tidak terulang lagi pada tahun berikutnya.

“Semoga tahun 2019 ini, penyalurannya tidak terlambat lagi,” ujarnya.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Miomaffo Timur, Aloysius Kainio, kepada wartawan mengatakan, sosialisasi penggunaan dana BOS penting. Karena menyangkut pengelolaan dana BOS.

“Kalau salah salah pemanfaatannya akan berdampak hukum,” ujar mantan guru SD Mamsena ini mengingatkan.

Baca: Sepenggal Kisah TNI di Daerah Perbatasan Timor Leste

Untuk itu, dia meminta kepada para kepala sekolah agar hati-hati dalam pengelolaan dana BOS agar menghindari risiko hukum. Untuk itu ia mengharapkan semua penggunaan dana BOS harus sesuai petunjuk teknis dan petunjuk pelaksana yang ada.

“Hati-hati dalam menggunakan dana Bos. Ikutilah aturan yang ada dan jangan keluar dari aturan yang ada. Karena kalau keluar, maka itu adalah tindakan melawan hukum,”pinta Aloy Kainio.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here