Kisah SD Negeri 91 dan 92 Uloe yang Terendam Banjir Setiap Musim Hujan

Untitled 1 1 - Zonanusantara.com

Laporan: Nurul Akbari Susilowati

Mahasiswa UNIM Bone 

Read More

BONE–Desa Uloe, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone kembali menjadi sorotan setelah hujan deras yang mengguyur daerah tersebut pada tanggal 2 Juli 2024 pukul 23.00 WITA hingga keesokan harinya mengakibatkan Sungai Unyi meluap dan merendam halaman SD Negeri 91 dan SD Negeri 92 Uloe. Desa Uloe memang dikenal sebagai daerah rawan banjir, terutama saat musim hujan dengan curah hujan tinggi yang sering kali menyebabkan sungai-sungai besar di sekitarnya meluap ke daratan.

Baca Juga :  Perlakuan Istimewa untuk Kepala MAN 2 Bone, Prestasi Adiwiyata Diapresiasi dalam Apel Hari Amal Bhakti Ke-78

Hujan tanpa henti yang terjadi selama beberapa jam membuat air Sungai Unyi naik hingga membanjiri halaman kedua sekolah tersebut. SD Negeri 91 dan SD Negeri 92 Uloe, yang berbagi pekarangan, terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 50 cm. Air mulai memasuki beberapa ruang kelas, terutama yang berada di dataran lebih rendah, dan halaman sekolah terlihat seperti kolam besar.

Beruntung, banjir terjadi saat libur semester sehingga kegiatan belajar mengajar tidak terganggu. Namun, beberapa guru yang berada di sekolah tetap disibukkan dengan mengamankan barang-barang agar tidak terendam air. Meskipun kegiatan administrasi tetap berjalan, para guru harus bekerja ekstra untuk memastikan barang-barang penting tidak rusak akibat banjir.

Baca Juga :  Promo Menarik dan Flash Sale! Astra Financial Ramaikan Dunia Digital dengan Festival TUMBUH by Astra Financial

Penanganan banjir di sekolah tersebut dilakukan dengan membersihkan area setelah air surut. Upaya pencegahan banjir lebih lanjut seperti meninggikan bangunan atau renovasi belum sepenuhnya efektif karena daerah tersebut memang rawan banjir. Bahkan, pada tahun-tahun sebelumnya, banjir sering kali menggenangi rumah warga, jalanan, persawahan, dan sekolah-sekolah di Desa Uloe.

Kabar terbaru pada Jumat, 5 Juli 2024, menunjukkan bahwa air yang tergenang telah surut, menyisakan sisa-sisa tanah basah di lantai sekolah. Tidak ada korban dalam musibah ini, dan pihak keamanan sudah turun ke lapangan untuk memantau lokasi kejadian.

Masyarakat Desa Uloe berharap agar ada solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah banjir ini, sehingga kejadian serupa tidak terus berulang setiap musim hujan. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *