Kisah yang Tercecer UKW di Malang Raya

IMG 20230725 085709 - Zonanusantara.com

 

Oleh:  Yosef Naiobe

Read More

Suatu peristiwa selalu meninggalkan kisah. Entah itu suka atau pun duka. Yang jelas setiap peristiwa tidak selamanya menghidangkan rasa puas dan menyenangkan.

Pelaksanaan uji kompetensi wartawan (UKW) yang digelar PWI Malang Raya telah usai. Sukses dengan gemilang. Hasilnya pun semua sudah mengetahuinya. Dua diantara 35 peserta belum memenuhi standar kompetensi sebagai seorang wartawan. Peserta yang belum memenuhi standar dimaksud bukan tidak memiliki kemampuan menulis berita. Kesempatan terbaik yang belum berpihak hingga gagal menggenggam kesuksesan.

Sejak pembukaan di hari pertama, Jumat 21 Juli 2023 sebagian peserta terutama yang berasal dari luar daerah, dibikin panik. Kepanikan ini dikarenakan tidak membawa laptop. Panitia menyampaikan, laptop adalah perangkat utama. Peserta tuan rumah mungkin tidak menjadi soal. Tapi masalah besar bagi yang berasal dari Jakarta, Yogyakarta, Kendari (Sulawesi Tenggara), dan Makassar (Sulawesi Selatan). Fasilitas pendukung ini tidak disiapkan. Selama ini sudah menjadi lazim di mana wartawan sekarang bekerja menggunakan android ketimbang laptop. Praktis dan bisa di bawa ke mana-mana dengan enteng.

Panitia kemudian menawarkan pilihan. Mencarikan tempat yang menyewa laptop untuk peserta yang alpa membawa alat yang ditemukan Adam Asborne, dipersilahkan untuk menyewa.
Solusi ini sedikit memberikan kelegaan. Namun apa lajur kepanikan lebih dahulu menguasai batin dan berhasil memecah konsentrasi. Seperti memetik buah simalakama. Sabar dan bertahan untuk mengikuti UKW dengan konsekuensi bekerja tanpa menggunakan laptop atau…

Baca Juga :  Cerpen : Guru

Kisah Eka peserta asal Makassar, Sulawesi Selatan ini menampilkan secara gamblang bagaimana ia bersusah-payah untuk bisa mendapatkan laptop. Wartawati satu kampung dengan mantan wakil presiden RI, Jusuf Kalla, akhirnya bisa mengatasi kendala yang ia hadapi dan keluar dari kesulitan setelah melakukan lobi jarak jauh. Saat itu lewat tengah malam ia mencoba mengontak Danyon Brimob Bone. Tujuannya meminta bantuan atas masalah yang dihadapi.

Bala bantuan akhirnya datang dari seorang anggota Brimob di Pakis, Malang, yang kenal akrab dengan Danyon Brimob di Bone. Ibarat menemukan pohon perindang. Eka merasa lega. Masalah selesai? Tunggu dulu. Laptop tersebut ternyata tidak bisa dinyalakan. Terkunci rapat-rapat. Digembok dengan sandi dan pasword. Tidak kehilangan akal, Eka mencoba mengontak pemiliknya melalui panggilan WhatsApp. “Saya telpon tapi pemilik laptop menyatakan yang tahu sandi itu, anaknya yang sekarang masuk asrama dan tidak bisa dihubungi,” ungkap Eka pemilik nama lengkap Eka Handayani suatu waktu.

Dewi Fortuna masih berpihak pada Eka. Jam 01.00 dini hari wib, seorang anggota polisi yang bertugas di Polres Malang mengantarkan sebuah laptop di hotel tempat wartawati Berita Sulsel ini menginap.

Baca Juga :  Puisi : Utopia Bukan Rekaan

Masalah laptop juga dialami penulis. Cuma berbeda ceritanya. Saya membawa laptop dari Jakarta. Persiapan jauh-jauh hari. Namun apa yang terjadi? Hari pertama pelaksanaan UKW, laptop bermerk Asus ini ternyata error. Masih beruntung, nasib baik berpihak pada saya. Melalui asesor bang Sidiq Prasetyo, ia meminjamkan laptopnya selama saya mengikuti UKW. Sampai di sini semua permasalahan pun tuntas.

Canda berbuah kutukan

Sehari sebelum pelaksanaan UKW dimulai, saya posting sebuah narasi yang bagi saya bercanda. Tidak ada maksud apa-apa. Narasinya kira-kira begini; Saya mendapatkan bocoran dari panitia bahwa kalau nanti ada peserta yang tidak lulus dipastikan itu dari Malang. Kita yang dari jauh pertimbangan biaya dan lain-lain pasti lulus. Tanpa sengaja saya pasting di salah satu grup WA.

Entah kebetulan atau tidak, candaan saya terbukti. Berkaca dari fakta ini, ada serangkaian cerita yang mengirim pesan dari alam bawa sadar akan sebuah perasaan sangat menyesal yang sulit dilupakan. Perasaan ini masih menghantui. Apalagi saya tidak mungkin mengembalikan waktu untuk menghapus peristiwa itu. Mengingatnya saja sangat menyesal.

 

 

 

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *