Foto ilustrasi: https://pixabay.com

Malang, Zonanusantara.com – Guna menunjang lima proyek strategis nasional, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang akan meningkatkan status jalan desa.

Kepala DPUBM Pemkab Malang, Romdhoni, mengatakan peningkatan status jalan desa tersebut guna menunjang pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari, dan Tol Malang – Pandaan (Mapan), dan peningkatan status bandara Abd. Saleh.

Selain itu, lanjut ia, juga untuk peningkatan status Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (KSPN TNBTS) serta pembangunan jalan jalur lintas selatan (JLS). Bahkan jalan desa yang mengarah pada potensi wisata nasional.

Sehubungan dengan hal tersebut, Romdhoni menegaskan institusinya akan meningkatkan panjang jalan kabupaten menjadi 4.000 kilometer, dari semula 1.668,76 kilometer. Namun dari total tersebut, yang dalam kondisi baik ada 1.139,43 kilometer atau 68,43 persen.

“Ini (fakta tersebut) sangat memberatkan APBD jika semuanya menjadi tanggungan kami,” ungkap ia.

Kendati demikian, masih versi Kepala DPUBM Pemkab Malang itu, konsep tersebut masih dalam proses pembahasan antara pimpinan eksekutif pemkab dengan DPRD setempat. Selanjutnya diajukan untuk mendapat persetujuan dari Gurbenur Jawa Timur.

Sembari menunggu persetujuan tersebut pihaknya telah melakukan pemetaan jalan di 378 desa dalam wilayah kabupaten terluas di Jawa Timur ini.

“Butuh proses. Kami juga harus melakukan survei dan pemetaan. Mana jalan lokal yang layak dijadikan jalan nasional. Kami lihat fungsi maupun konektivitasnya. Jadi, tidak semua jalan lokal kita tingkatkan menjadi jalan kabupaten. Tidak seperti itu,” tegas ia.

Secara terpisah Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang M. Nasri Abd. Wahid, saat ditemui di Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, mengatakan lima proyek strategis nasional tersebut jelas akan mengurangi luas lahan produktif di Kabupaten Malang.

“Jelas, luas lahan produktif berkurang. Dari segi perspektif ketahanan pangan ke depan, kami berharap perluasan kota diarahkan ke daerah-daerah yang memiliki lahan non-produktif. Namun kami menyikapi dengan metode teknis satu banding tiga. Artinya, para pengusaha jika ingin membangun di area sawah produktif bisa menggantikan dengan lahan non-produktif tiga kali lipat,” ungkap Nasri.

Meski demikian ia nyatakan pihaknya berharap agar masyarakat mempertahankan luas lahan produktif yang saat ini menjadi penopang produksi padi di Kabupaten Malang.

“Seperti di Singosari ini. Kami berharap lahan sawah dipertahankan, karena di Singosari sudah bertahun-tahun terbukti subur dan petaninya handal,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here