Madu NTT Terbang ke Malang

IMG 20231110 063255 scaled - Zonanusantara.com
Nikolas Palbeno

 

Pebisnis pemula menjadikan pangsa pasar sebagai peluang sekaligus tantangan. Inilah yang dialami Nikolas Palbeno saat memulai bisnis madu. 

Read More

Memulai suatu bisnis, apalagi produk baru yang belum dikenal atau masih asing di telinga pelaku pasar maupun konsumen, tentu bukan perkara mudah. Akan berhadapan dengan pesaing yang telah lama menguasai pasar. Hal  ini sangat menantang. Bagi pelaku usaha atau pebisnis yang menggenggam rasa optimistis akan menganggap persaingan itu sebagai peluang yang tidak ada salahnya bila diuji coba. Spirit inilah yang mendorong Nikolas Palbeno untuk mencoba memulai bisnis madu asli dari hutan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pegawai salah satu instansi pemerintah di Kabupaten Malang Jawa Timur ini sudah enam tahun menjalankan bisnis madu. Pekerjaan ini ia lakoni di luar kesibukannya di kantor. Memanfaatkan sisa waktu usai jam dinas.

Baca Juga :  Tangkapan Nelayan Minim Kadin Banyuwangi Ambil Langkah Antisipasi

Perihal awal mula menggeluti bisnis, ayah dua anak ini berkisah, suatu waktu ia diundang salah seorang teman yang hobinya membudidayakan madu di rumahnya masih di seputaran kota Malang. Hasil kunjungan tersebut memicu munculnya niat untuk berbisnis madu. Dari situ ia kemudian memutuskan untuk memesan madu langsung dari Kupang. Pria asal Desa Nilulat Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT mengaku tidak mengalami kendala saat mendatangkan madu dari Kupang.

Sebagai putra daerah yang kini merantau dan telah menjadi warga Pakisaji Malang, tentu saja menguasai lokasi madu di wilayah NTT termasuk agen yang memasarkannya ke Jawa. Dengan modal itu Niko memesan madu dan tahap pencobaan pun dimulai. Madu asal NTT diterbangkan dari Kupang menggunakan pesawat terbang Lion Air.

“Untuk menghemat biaya awalnya saya hanya memesan lima liter,” ungkapnya belum lama ini.

Mengenai harga, ada takarannya. Dapat disesuaikan dengan isi madu di dalam botol kaca. Satu botol dibanderol dengan harga Rp 150.000 hingga Rp 175.000. Terdapat juga ukuran kecil yang harganya sedikit lebih murah.

Baca Juga :  Mastur : Kuliner Itu Budaya dan Harus Dilestarikan

Meski harganya bersaing namun tidak muda memasarkannya. Apalagi madu NTT sebagai produk pendatang baru. Untuk mensiasiti agar bisa dikenal dan masuk pasar Niko memanfaatkan relasi kerja di kantor, lingkungan maupun di komunitas yang ada dan tentu saja yang suka mengkonsumsi madu terutama olahragawan.

 

Selain itu setiap ada event Niko selalu meluangkan waktu untuk memasarkan madu. Salah satu contoh belum lama ini ada kegiatan koperasi Kosayu yang menyelenggarakan jalan sehat di Lapangan Rampal Malang. Acara ini dimanfaatkan sebagai ajang promosi.

Sementara itu untuk memastikan madu asal Kupang NTT ini higenis, pihak agency atau produser di Kupang telah mendaftarkannya di Badan Pengawas Obat dan Makanan. Pekerjaan rumah berikutnya adalah mendaftarkan produk yang dihasilkan dari leba ini ke Kementerian Agama RI untuk mendapatkan label halal.

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *