Mahasiswa Termuda IPDN

IMG 20230906 203534 - Zonanusantara.com
Reskyah tampak terharu (Foto : Yosef Naiobe)

Raut wajah pasangan Dr Andi Abbas, SH., MH., M.Si. Hj. Nuraiah Ramly, SPdi tampak begitu berbahagia saat berada di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, akhir Agustus 2023. Hari itu putri bungsu mereka, Reskyah Abbas dikukuhkan sebagai mahasiswa praja pratama pada lembaga Pendidikan pamong praja tersebut.

Pasangan ini sangat bangga dan bahagia. Bangga bukan semata-mata karena anak mereka lolos dalam seleksi yang ketat, panjang dan melelahkan. Tetapi lebih dari itu, perempuan kelahiran Watampone, Sulawesi Selatan, pada 24 Juni 2006 itu menjadi mahasiswa IPDN termuda.

Read More

“Kami tidak menyangka anak kami mampu melewati seleksi masuk IPDN yang begitu ketat. Maklum pesertanya ribuan orang sehingga persaingannya sangat ketat. Makanya, ketika mengetahui dia lulus, rasanya bahagia sekali. Kami bangga padanya,” kata Abbas.

Meski percaya dengan kemampuan akademik anaknya, Abbas mengaku sempat khawatir. Saat tes pertama di Makassar pada 18 Juni 2023, yang ikut seleksi 1.407 orang. Yang lulus hanya 72 orang. Anaknya berada di urutan ke-47.

Baca Juga :  Workshop Asesemen Kurikulum Merdeka di Bone, Langkah Awal Tingkatkan Kualitas Guru PAI

Seleksi tahap berikutnya semakin berat. Dari 72 orang peserta, yang diterima hanya 24 orang sebagai wakil dari Sulawesi Selatan. Sebagai orangtua, menurut Abbas, dirinya bersama sang istri hanya memberikan semangat dan mendukung melalui doa.

“Kami tidak memberikan target. Kami hanya memberi nasihat agar jalani proses seleksi ini dengan penuh suka cita. Jangan menjadikan sebagai beban yang wajib diraih. Kalau menjadi beban, maka jika gagal pasti sangat mengecewakan bagi dia. Menyakitkan sekali. Itu yang kami hindari,” jelas Abbas.

IMG 20230906 203603 - Zonanusantara.com
Memeluk erat kakeknya. Ia tak menyangka kakeknya hadir di Jatinangor

Nasihat dari orangtua itu ternyata diselami betul oleh Reskyah Abbas. Dia selalu berusaha rileks selama menyiapkan diri mengikuti seleksi masuk IPDN Jatinangor. Dia tetap tekun belajar, tetapi tidak mau memasang target yang terlalu muluk. Dia terus belajar dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Setiap kali menghadapi seleksi, Reskyah selalu berusaha mengerjakan dengan baik dan tuntas. Demikian pula saat ujian fisik. “Saya berusaha menjalankan dengan serius dan memberikan hasil maksimal,” jelas Reskyah.

Berkat ketekunan, dia pun mampu mendapatkan hasil terbaik. Dari 24 orang yang lolos mewakili Sulawesi Selatan, dia menempati urusan 11. Prestasi yang bagus dan patut dibanggakan.

Mengapa Reskyah bisa menjadi mahasiswa termuda dengan usia 17 tahun yang baru dua bulan? Ternyata saat bersekolah pada SMA Al Azhar Makassar, dia sempat mengikuti kelas akselerasi. Itu sebabnya, dia mampu menuntaskan pendidikan lanjutan tingkat atas ini hanya dalam waktu dua tahun.

Baca Juga :  Puluhan Tahun Berdiri Univ Jakarta, Banyak Melahirkan Tokoh Nasional

Pengukuhan mahasiwa praja pratama IPDN Jatinangor itu berlangsung sangat meriah. Diiringi parade drum band dari para senior. Hadir para senior dan pejabat dari Kementerian Dalam Negeri serta Civitas Akademisi. Pengukuhan dilakukan Wakil Menteri Dalam Negeri, Wempi Wattimena, mewakili Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.

Dalam acara itu, mahasiwa praja pratama berbaris rapi di tengah lapangan upacara. Mereka mengenakan seragam warna putih, dipadu topi hitam. Usai upacara, dilanjutkan dengan devile keliling lapangan disaksikan para civitas akademika, orangtua dan tamu VIP.
Usai upacara, orangtua diberi kesempatan bertemu anak di tengah lapangan. Mereka memanfaatkan kesempatan itu untuk melepaskan kerinduan, sebab selama sebulan calon mahasiswa berada di kampus untuk mengikuti pendidikan dasar & disiplin.

Reskyah bersama kedua orangtua serta keluarga yang hadir tampak terharu. Mereka menangis bahagia atas pencapaian yang dilakukan salah satu anggota keluarga. “Saya sangat bahagia saat melihat orangtua dan sanak keluarga yang hadir. Saya sangat merindukan mereka. Saya meminta doa dan dukungan mereka agar bisa kuliah dengan baik dan lancar dan kelak membanggakan keluarga,” ujarnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *