Pattiro Bajo Bakal Jadi Pelabuhan Logistik Unggulan, Kepala Dinas Perhubungan Sulsel Rinci Rencana Pengembangannya

93ec3f1d f18d 4f85 90bd 803dfe0134b1 - Zonanusantara.com
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan, A. Erwin Terwo Pabokori

BONE–Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan, A. Erwin Terwo Pabokori, mengumumkan rencana ambisius Pemprov Sulsel untuk mengembangkan Pelabuhan Pattiro Bajo menjadi pusat logistik yang mampu meningkatkan daya saing pelaku usaha kapal. A. Erwin Terwo Pabokori memberikan informasi rinci terkait proyek pengembangan ini.

Menurut A. Erwin Terwo Pabokori, tim telah melakukan survei awal terhadap Pelabuhan Pattiro Bajo untuk menentukan kelayakan pengembangan. Survei tersebut melibatkan aspek tingkat kedalaman laut dan ketersediaan lahan di darat. Hasilnya menunjukkan bahwa pelabuhan tersebut memenuhi syarat baik dari segi kedalaman laut maupun luas lahan yang hampir mencapai 2 hektar.

Read More

“Sisi daratnya di sini, luas lahan hampir 2 hektar, kelengkapan penumpukkan bahan logistik sudah ada, kantor sudah ada. Sisa yang tidak ada di sana sisa dikembangkan,” kata A. Erwin Terwo Pabokori.

Proyek pengembangan Pelabuhan Pattiro Bajo direncanakan akan dimulai tahun ini, dengan desain engineering dan analisis dampak lingkungan (Amdal) dijadwalkan pada pekan depan. Pelabuhan ini akan dijadikan sebagai induk pelabuhan, dan rencananya akan dikembangkan secara bertahap hingga pembebasan lahan seluas 5 hektar.

“Kita berharap proyek ini dapat berjalan dengan lancar dan berkesinambungan. Kami sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah, camat, kepala desa, masyarakat, serta Unit Pengelola Pelabuhan (UPP),” tambahnya.

Baca Juga :  Desa Taekas Ketambahan Dua Unit Rumah Program Tekun Melayani Plus

A. Erwin Terwo Pabokori juga menjelaskan upaya untuk memaksimalkan rute kapal tol laut, dengan pengusulan rute antar-pelabuhan yang melibatkan Makassar, Bulukumba, Bone, Wajo, dan Palopo. Pelabuhan Pattiro Bajo diharapkan dapat menjadi tempat pengumpulan logistik untuk mengoptimalkan kapal yang kembali ke pelabuhan setelah melakukan pengiriman.

“Ini dilakukan dalam rangka mengurangi laju inflasi dan memanfaatkan Teluk Bone sebagai jalur tol laut, memudahkan transformasi di Indonesia Timur,” ungkapnya.

Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp39 miliar untuk pengembangan proyek ini, dengan tambahan dukungan dari Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp2,7 miliar. A. Erwin Terwo Pabokori berharap proyek ini dapat memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan ekonomi di daerah tersebut.

“Kami memohon dukungan dari masyarakat dan pemerintah karena jalanan di sana perlu diperlebar. Jika proyek ini terwujud, perekonomian akan berkembang, dan transaksi dengan orang luar dapat dilakukan dengan lebih efisien di sini,” pungkasnya.

Terkait dengan akses jalan dan ketersediaan sinyal, A. Erwin Terwo Pabokori menyampaikan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pj. Bupati Bone, dan sedang melakukan survei terhadap kebutuhan dasar seperti air bersih. Semua persoalan ini diharapkan dapat terselesaikan demi kelancaran pengembangan Pelabuhan Pattiro Bajo menjadi pusat logistik berdaya saing.

Sementara Marine Inspektor Syahbandar Pattiro Bajo, Haryono Leo Putra, MH., MMar, menyatakan bahwa Pelabuhan Pattiro Bajo memiliki potensi besar yang dapat meningkatkan ekonomi di Kabupaten Sinjai, Soppeng, dan Wajo. Ia mengungkapkan perlunya pengembangan pelabuhan untuk mengoptimalkan penggunaan kontainer dari Pelabuhan Surabaya ke Pelabuhan Pattiro Bajo.

Baca Juga :  Aktivis Lingkungan, Togu Simorangkir, Menemui Presiden Joko Widodo di Istana

“Pelabuhan Pattiro Bajo memiliki potensi ekonomi yang sangat besar, namun kita perlu melakukan pengembangan agar dapat menerima langsung kontainer-kontainer yang datang dari Pelabuhan Surabaya. Dengan demikian, kita dapat mengurai distribusi barang ke Kabupaten yang terdepan seperti Sinjai, Soppeng, dan Wajo,” ungkapnya.

Pengembangan pelabuhan ini diharapkan dapat menjadi pendorong utama dalam percepatan distribusi barang ke wilayah-wilayah terdepan. Jika rencana ini berhasil diwujudkan, akan memberikan dampak positif dalam meningkatkan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten tersebut.

Haryono Leo Putra juga mengungkapkan perlunya penambahan dermaga sebagai langkah strategis untuk mendukung operasional pelabuhan. Menanggapi hal ini, ia menekankan peran Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) dalam memperkuat pengawasan kapal yang masuk ke Pelabuhan Pattiro Bajo.

“Penambahan dermaga tidak hanya akan meningkatkan kapasitas pelabuhan tetapi juga memerlukan peningkatan pengawasan. UPP memiliki tugas penting untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus kapal di pelabuhan,” tambah Haryono Leo Putra.

Pemerintah daerah dan pihak terkait diharapkan untuk bersinergi dalam merencanakan dan mendukung pengembangan Pelabuhan Pattiro Bajo. Dengan adanya kolaborasi, diharapkan potensi ekonomi di Kabupaten Sinjai, Soppeng, dan Wajo dapat benar-benar dimaksimalkan melalui pemanfaatan pelabuhan yang lebih efisien. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *