Pegawai BRI Jepara Bobol Rp 730 Juta Divonis 5 Tahun Penjara

Foto ilustrasi

Semarang – Zona Nusantara– Seorang pegawai PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Jepara divonis hukuman 5 tahun penjara. Ia dinilai besalah melakukan pidana dan merugikan negara Rp 730 juta.

Sandha Irianto (29), karyawan outsourching bagian IT pada BRI Kantor Cabang Jepara pelaku kejahatan yang dipidana.

“Sandha Irianto dinyatakan bersalah sesuai dakwaan primair melanggar Pasal 2 ayat (1) Juncto Pasal 18 UU Nomor 31/ 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20/ 2001 Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHPidana,” kata Rizky Tamela, pengacara terdakwa mengungkapkan, Sabtu (27/4/2019).

Putusan dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa 16 April 2019 oleh Andi Astara (ketua majelis hakim), Khalimatul Jumro dan Edy Sepjengkaria (hakim anggota) dibantu Panitera Pengganti Anis Suryandari. Putusan dihadiri jaksa Bagus Ahmad Faroby dan Irvan Surya dari Kejari Kabupaten Jepara.

Pengadilan menjatuhkan vonis 5 tahun penjara, denda Rp 200 juta subsidair 3 bulan kurungan. Serta membayar uang pengganti Rp 634 juta subsidair 2 tahun penjara.

“Menyatakan Terdakwa Sandha Irianto terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara berlanjut sebagaimana dakwaan primair penuntut umum,” kata hakim dalam putusannya.

Sandha sebelumnya dituntut jaksa dengan pidana 7 tahun penjara, denda Rp 200 juta subsidair 6 bulan kurungan. Serta membayar uang pengganti Rp 634 juta subsidair 3 tahun 6 bulan penjara.

Sandha Irianto selaku Petugas IT dan Maintenance pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Jepara dinilai korupsi. Berdasarkan Surat Nomor : B-2991-KC-VIII/LYI/05/2014 tanggal 6 Mei 2014 perihal Instruksi Dinas Penugasan Pekerja Administrasi PT BRI Jepara dan berdasarkan SK Pemimpin Cabang BRI Jepara Nomor: 520-KC-VIII/SDM/10/2016 tanggal 3 Oktober 2016 tentang Penunjukan Sebagai Petugas ATM, Teller ATM, User ID ATM dan Pemegang Kunci-Kunci ATM BRI Kanca Jepara. Sanda bertugas sejak kurun waktu sejak Oktober 2016 sampai Juli 2017.

“Pembobolan terjadi di beberapa Mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang berada di bawah pengelolaan PT BRI Jepara. Salah satunya di ATM di Indomaret Pasar Ngabul dan ATM Alfamart Batealit,” kata hakim.erdi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here