Pelaku Curanmor Diamankan Polisi

Fahmi Wira Anggara, saat diamankan di Polsek Singosari (Foto : Toski)

Malang, zonanusantara.com – Sat-Reskrim Polsek Singosari Berhasil mengamankan satu orang terduga pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebuah kendaraan bermotor (Curanmor). Pelaku diketahui bernama Fahmi Wira Anggara diamankan pihak berwajib di dalam rumah kost di Dusun Gondang Selatan Desa Randuagung, Singosari, Jumat (8/11) sekitar pukul 04.30 WIB.

Kanit Reskrim Polsek Singosari Iptu Supriyono, dalam rilisnya mengatakan, warga Desa Pangerangan Kota Sumenep ini ditangkap atas dasar surat Laporan Polisi Nomor : LP/ 394 /XI/2019/jatim/res.mlg/Sek.Singosari, tanggal 07 Nopember 2019.

“Korban yang bernama Khoirul Anam akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Singosari pada Kamis (7/11). Mendapat laporan tersebut, petugas langsung melakukan penyelidikan,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan, lanjut Supriyono, petugas langsung melakukan penangkapan pelaku yang bersembunyi rumah kos Dusun Gondang Selatan Desa Randuagung, Singosari.

“Saat diinterogasi, pelaku mengaku barang hasil kejahatannya disembunyikan di wilayah Gondanglegi. Petugas pun langsung melakukan pengeledahan dan ditemukan barang bukti sepeda motor milik korban,” jelasnya.

Menurut Supriyono, modus operandinya diduga pelaku melakukan perbuatannya dengan cara masuk kekamar kos korban dengan membuka pintu secara paksa, dan setelah masuk kamar mengambil kunci asli sepeda motor korban yang ditaruh di atas meja kamar kos korban.

“Pelaku melakukan perbuatannya dengan cara masuk kekamar kos korban dan membuka pintu secara paksa Ialu mengambil kunci yang ditaruh di atas meja kamar untuk menghidupkan mesin. Setelah berhasil menghidupkan mesin motor, pelaku membawa kabur kendaraan yang diparkir di dalam kos korban,” terangnya.

Dalam kejadian ini, tambah Supriyono, petugas berhasil mengamankan pelaku beserta barang bukti berupa Honda Vario 150 cc dengan No. Pol. N-4612-TDJ dan handphone (Gawai) merk Oppo type A7 warna biru serta tas pinggang milik pelaku untuk dikembangkan.

“Pelaku kami kenakan dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here