Pemilu Terapkan Sistem Digital, KPU Bone Tekankan KPPS Wajib Paham Aplikasi SIREKAP

eaea094c 2c06 47db 844c 030dcd92cace - Zonanusantara.com
Plh Ketua KPU Bone, Abd. Asis saat memberikan penekanan rapat koordinasi (rakor) Monitoring Pembentukan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan Training Of Trainers (TOT) bagi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) dalam Bimbingan Teknis KPPS untuk Pemilu tahun 2024.

BONE–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bone secara resmi melaksanakan rapat koordinasi (rakor) Monitoring Pembentukan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan Training Of Trainers (TOT) bagi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) dalam Bimbingan Teknis KPPS untuk Pemilu tahun 2024. Kegiatan ini berlangsung di Ballroom Hotel Novena Watampone, Jl Ahmad Yani, Kota Watampone pada Selasa (23/1/2024).

Ketua Panitia, Dr. Yusdar, menyampaikan bahwa tujuan utama dari rakor ini adalah untuk menyamakan presepsi, pemahaman, dan rujukan terkait monitoring pembentukan KPPS. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan TOT bagi PPK dan PPS dalam Bimbingan Teknis KPPS untuk memastikan kelancaran penyelenggaraan Pemilu 2024.

Read More
Baca Juga :  Tembus 5.560 Suara, Tim Hukum AYN Gerindra Beri Perhatian Khusus terhadap Modus Kecurangan Suara Pemilu

Rakor ini merupakan tindak lanjut dari Rakornas KPU RI dan juga merupakan kelanjutan dari TOT yang diselenggarakan oleh KPU Provinsi. KPU Bone menganggap kegiatan ini penting sebagai langkah turunan kepada Badan Ad Hoc, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), dan Panitia Pemungutan Suara (PPS).

Plh Ketua KPU Bone, Abd. Asis, menekankan bahwa Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) memegang peran kunci dalam pelaksanaan Pemilu. Ditekankan bahwa rekrutmen KPPS harus dilakukan dengan cermat dan memastikan kesediaan serta kompetensi, agar tidak menimbulkan kendala di tengah jalannya penyelenggaraan Pemilu.

“Dalam melaksanakan tugasnya, KPPS harus menjadi ujung tombak yang handal. Pastikan KPPS yang direkrut adalah mereka yang sungguh-sungguh berkomitmen untuk bekerja. Jangan sampai setelah dilantik, besoknya mereka mundur lagi. Jika memang ada yang ingin mundur, silakan lakukan proses pengunduran diri sebelum pelantikan pada tanggal 25 Januari mendatang,” ungkap Abd. Asis.

Baca Juga :  LaNyalla Berharap Industri Sarung Tenun Desa Wedani Jadi Inspirasi di Jatim

Ketua Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih dan SDM menyoroti pentingnya tanggung jawab PPS terhadap KPPS yang direkrut. Ia menekankan bahwa dalam era digital seperti sekarang, sumber daya manusia yang paham digital menjadi hal krusial.

“Pemilu tahun 2024 mengarah ke ranah digital. Pastikan yang kita rekrut adalah KPPS yang mampu mengoperasikan perangkat android melalui aplikasi SIREKAP,” tegasnya.

Dalam kegiatan ini, turut hadir Komisioner KPU Bone seperti Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan Rusnaedi, Ketua Divisi Kordiv Perencanaan Data dan Informasi Nuryadi Kadir, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Zainal, Sekretaris KPU, dan jajaran Kassubag Sekretariat KPU Bone. Badan Ad Hoc KPU Bone, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) se Kabupaten Bone juga ikut serta dalam kegiatan ini. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *