Pendiri Unikama Sesali Penangkapan Dosen Pardjito

Dr Hadi Sriwiyana, salah satu pendiri Universitas Kanjuruhan Malang, Jawa Timur. Ia diminta tanggapannya atas kasus korupsi yang melibatkan salah seorang dosen di kampus tersebut. Foto : Yosef

Malang, Zonanusantara.com – Dr Hadi Sriwiyana mengaku kesal dengan masalah Universitas Kanjuruhan (Unikama) Malang, Jawa Timur yang tak kunjung selesai. Salah satu pendiri kampus Unikama ini merasa kaget dengan adanya penangkapan salah satu dosennya, Parjito.

“Saya sebenarnya agak kaget lagi ternyata masalah Unikama tak selesai – selesai. Itu yang saya ga enaknya di situ,” ujar Hadi Sriwiyana, kepada wartawan Rabu (20/3/2019).

Ia diminta tanggapannya atas penangkapan Parjito atas kasus korupsi dana hibah dari Kemendikti. Sebelumnya, dosen Unikama ini ditangkap Kejaksaan Negeri Kota Malang, karena terlibat kasus korupsi dana hibah senilai Rp 2m.

Dipersidangan, majelis hakim memvonis Parjito dengan pidana selama 2 tahun penjara. Parjito yang tidak terima dengan vonis tersebut kemudian banding. Putusan pengadilan Tinggi Surabaya menguatkan putusan Pengadilan Negei Malang dan tetap menghukum Parjito dua tahun penjara.

Putusan banding ini tidak menghentikan upaya hukum Parjito. Ia kemudian mencari upaya hukum lebih tinggi dengan mengajukan kasasi ke Mahkamah. Agung (MA). Putusan MA memperberat hukuman Parjito menjadi lima tahun penjara.

Dalam kasus ini Parjito yang kini mendekam di LP Lowokwaru dinilai ikut menikmati dana Rp300 juta dari total dana hibah Kemenristekdikti pada 2008 lalu. Dana itu sejatinya bakal digunakan untuk pembangunan fisik dan SDM.

Kasus ini bergulir di pengadilan sejak 2013-2014. Saat itu posisi Parjito Sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Dr Hadi mengaku ia sempat diminta sebagai saksi di persidangan. Lantaran faktor usia, Hadi seperti berusaha mengingat kembali proses hukum kasus ini. Ia kemudian menyebut saksi lain Pieter Sahertian yang kini menjabat sebagai Rektor Unikama.

“Kalau tidak salah, pa Pieter juga pernah jadi saksi. Cuma waktunya tidak bersamaan dengan saya,” ungkapnya.

Hadi mengaku tidak tahu menahu kasus ini. Namun ia rela menjadi saksi demi kepentingan lembaga. Namanya pun disebut sebut dan dihadirkan kejaksaan sebagai saksi di Pengadilan Tipikor di Surabaya.
“Kalau menurut saya keterlambatan mereka itu (panitia). Waktu itu saya tidak terlibat apa – apa tapi saya ikut dibawa bawa oleh kejaksaan Sebagai saksi,” papar Hadi membela diri.

Hadi Sriwiyana yang pernah menjabat rektor Unikama ini merasa ngeri, ketika kasus ini mencuat lagi. Ia beralasan kasusnya sudah lama.

Senada Rektor Pieter Sahertian mengaku kalau kasus ini sudah lama. Dihubungi melalui ponselnya, Pieter enggan tertarik berkomentar.

“Itu kasus lama pak. Lebih baik beritakan saja pengembangan kampus,” kata Pieter Sahertian seraya mengarahkan wartawan untuk koordinasi dengan Humas jika ingin wawancara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here