Foto : Syamsul

Oleh : Syamsul

Gunung Nona. Nama sebuah pegunungan di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Lazimnya pegunungan selalu dibalut dengan pohon pohon besar berusia ratusan tahun. Hal berbeda di temukan pada sebuah gunung yang berlokasi di wilayah dekat perbatasan Enrekang – Toraja.

Bentuknya agak unik. Itulah sebabnya mengapa warga setempat menamai, gunung tersebut dengan sebutan Gunung Nona.

Melupakan sekilas definitif baku yang belum jelas tersebut, yang pasti Gunung Nona kini menjadi salah satu ikon destinasi wisata. Memiliki daya tarik, dengan memanjakan mata. Perjalanan berkelok menantang sekaligus menyenangkan. Menegangkan lantaran jalannya terjal. Meski insfratruktur jalannya beraspal namun jalannya tidak mulus.

Sementara hal menyenangkan rindangnya pohon pohon di sepanjang perjalanan sangat memanjakan mata.

Tesha Tenriola H, mahasiswa asal Sulawesi Selatan yang kini kuliah di Malang, mengutarakan petualangannya mengeksplore eksotis gunung tersebut.

“Panorama exotis terkenal ada di G. Nona (Enrekang) Sul sel. Pemandangan Exotic mountain bisa dinikmati dari ketinggian dilalui jalan nasional tersebut mudah dijangkau,”cerita Tesha Tenriola H. belum lama ini.

Fakta tersebut diamini Plt. kadis popariwisata Mustakim SM. MSI dan Kepala Bappeda-Litbang Dr. H Baba SE. MM setempat.

“Dari akses jalan Nasional sudah bisa dinikmati pemandangan elok Erotic mountain gunung berwujud Mrs. V dibentuk alam diera zaman Batu, “aku Plt Kadis Pariwisata, Pemuda/Olahraga, Mustakim, SM. MSi.

Kawasan panorama exotic mountain Bambapuang dijadikan destinasi wisata domestik dan mancanegara oleh Dispopar setempat. Warga maspul dikenal religius dan program pembangunan berkelanjutan.

“jika hendak bermalam sambil menilmati G. Nona telah disiapkan Rest House bertaraf bintang 4 dan sewa terjangkau. Begitupun guna menambah erotisnya sedang disiapkan pendakian seribu tangga menuju puncak G. Bambapuang,”aku Dr.H Baba, SE. MM

Tesha demikian model traveling ini disapa, lahir dari ayah (Malang), dan ibu asli Enrekang mengaku dalam petualangan menelusuri wisata alam, termasuk Gunung Nona di kampung halaman.

Kesan mahasiswi semester V ini pemandangan Gunung Nona, tak kalah menarik Gununh Bromo di Jawa Timur. Selain sebagai ikon destinasi wisata unggulan di Jawa Timur, gunung Bromo ini dipercaya gunung suci bagi penduduk Suku Tengger pemeluk agama hindu dengan bersesajen hasil bumi ke kawah Bromo.

“ketinggian sekitar 2.329 meter dpl, wilayah gunung bromo berada di 4 wilayah Kabupaten, yaitu Lumajang, Malang, Pasuruan dan Probolinggo, salah satu keempat kabupaten itulah mbah dan nenek saya atau orang tua bapak saya menetap,”tutur Tesha.

Suhu udara di Bromo cukup dingin, berkisar antara 3 – 20 derajat celcius bisa turun mencapai minus 0 derajat celcius.

Fasilitas di Bromo memadai untuk setiap wisatawan sebagai pengunjung,juga bisa mencoba sensasi menaiki kuda melewati jalan berpasir sangat amat luas atau saat di dalam mobil JEEP melewati gundukan lautan pasir.

“ya cukup siap mental saat berkendara jeep yang sesekali menerjang bebatuan, yang memacu adrenalin anda naik turun..he..he.., bisa ke kawah Bromo mendaki tangga seribu, “kisah Tesha Tenriola H.
======

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here