Petugas Keamanan Harus Memiliki Etika Selain Fisik dan Mental yang Kuat

IMG 20240620 173046 - Zonanusantara.com
Foto istimewa

Jakarta – Security atau satuan pengamanan (Satpam) memiliki tugas dan tanggung jawab di bidang keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Sebagai pelayan, seorang satpam harus memiliki etika selain fisik dan mental yang kuat.

Hal ini disampaikan pelatih Bela Diri Merpati Putih, Bernardus Herman Leu dihubungi usai memberikan materi Etika dan Profesionalisme di Kendal, Jawa Tengah  Kamis (20/6).

Read More

Menurutnya, anggota Satpam (Security), menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan/tempat kerjanya yang meliputi aspek pengamanan fisik personil, informasi dan pengamanan teknis lainnya.

“Satpam itu juga mengemban fungsi kepolisian terbatas,” katanya.

Dalam keterbatasan itu, bilamana terjadi kasus kriminal, tugasnya hanya bisa menangkap, dan melumpuhkan. “Tapi tidak boleh melukai,” tandasnya.

Pelatih Bela Diri pada Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) ini lebih lanjut menjelaskan kaitan etika pada profesi Satpam terdapat pada sikap humanistis. Bilamana melayani masyarakat, Satpam lebih mengutamakan sikap keramahan yang diekspresikan melalui artikulasi senyum dan sapa.

Baca Juga :  PJ Bupati Bone Buka Outbound Jurnalis, Tumbuhkan Semangat Jurnalis Tanggap Bencana

Untuk tujuan tersebut ayah tiga anak ini setiap bulan berangkat dari Jakarta menuju Kendal guna mengajar etika pada sekitar 100-an anggota Satpam yang bekerja di PT Bima Adikarya Persada, Kawasan Industri Kendal (KIK). Selain mengajar, pada kesempatan yang sama ia juga melatih teknik bela diri Merpati Putih.

Dus Leu sapaan akrab Bernardus Herman Leu merupakan atlet terbaik putra pada pelaksanaan PORDA di Yogyakarta mewakili Kabupaten Sleman. Selain itu, ia juga meraih predikat pesilat terbaik nasional pada Kejuaraan Pencak Silat Merpati Putih di Istora Senayan Jakarta pada 1990.

IMG 20240620 173029 - Zonanusantara.com
Mengajar teori etika

Kejuaraan itu menghantarnya masuk dalam Pelatda seleksi Pra Pon mewakili Yogyakarta. Namun di tengah kesibukan berlatih dalam rangka seleksi Pra PON mewakili DIY, ada permintaan dari Dewan Guru Merpati Putih, mendiang Mas Boedi Hadi Poernomo untuk membantu Kaderisasi Pelatihan Merpati Putih di Kopassus Cijantung. Putra Insana – TTU ini harus rela melepaskan mimpinya untuk tampil di PON di Jakarta, 1992. Di kalangan petinggi TNI/Polri,namanya cukup beken. Sebut saja Presiden terpilih Prabowo Subianto. Mantan Danjen Kopassus ini akrab dengan Dus Leu.

Baca Juga :  Gubernur Jatim Khofifah Dinobatkan Sebagai Tokoh Peduli Wartawan

Kembali ke masalah etika yang mesti dipegang anggota Satpam. Selain tupoksinya adalah melindungi dan mengayomi lingkungan di tempat kerjanya dari setiap gangguan keamanan, serta menegakkan peraturan dan tata tertib yang berlaku di lingkungan kerjanya.

Etika, menurutnya, berkonsentrasi pada topik kajian tentang sikap mental konsep perilaku yang muncul dari jiwa seseorang sebagai reaksi atas situasi yang mempengaruhinya, maka  dari  situ diperlukan pemahaman tentang apa itu hati nurani, suara hati, nilai dan moral.

Hal ini lanjutnya masih berkorelasi dengan tugas dan tanggung jawab, hak dan kewajiban, kebebasan, kesadaran diri,rasa/roso (bahasa Jawa), keheningan atau ketenangan serta berbagai cara agar seseorang hidup baik dan etis dalam kehidupan

Sementara untuk prakteknya, ia bersama team memberikan pembekalan melatih bela diri, PBB, drill tongkat dan borgol, etika pelayanan masyarakat. “Seorang Satpam yang profesional harus memiliki knowledge, skill dan Attitute yang bisa dipertanggungjawabkan,” pungkas Dus Leu.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *