Pilkada TTU, Falen Dapat Sinyal dari Koalis Parpol

Yosef Falentinus saat mendaftar di Partai Perindo (Foto : Lius Salu)

Kefamenanu, zonanusantara.com– Bakal calon bupati (bacabup) Timor Timur Utara (TTU), Provinsi Nusatenggara Timur (NTT), Yosef Falentinus, Selasa (5/11/2019) ini resmi mendaftar di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Persatuan Indonesia (Perindo).

Sehari sebelumnya, bacabup asal Kecamatan Insana, Kabupaten TTU, yang juga Ketua Umum Kirab Remaja Nasional itu lebih dahulu mendaftar di Partai Berkarya.

Selain partai-partai tersebut, ia juga merencanakan mendaftar ke Partai Demokrat, Gerindra, dan Hanura. Untuk tiga parpol tersebut ia akan mengajukan pendaftaran langsung di pusat (DPP partai).

“Untuk mendaftar ke Partai Demokrat, Hanura dan Gerindra, kami akan langsung daftar di pusat (DPP tiga partai tersebut), karena memang pendaftaran (di TTU) sudah ditutup,”ujar Falen, Selasa (5/11).

Rencana mendaftar langsung ke DPP tiga parpol tersebut di Jakarta, akan ia lakukan pada 13 November 2029, setelah kembali dari TTU. Ia menyatakan tetap optimis bakal mendapat rekomendasi.

Falen berargumentasi, sudah ada komunikasi dengan pusat (DPP parpol) dan mendapat sinyal untuk berkoalisi.

Bakal diusung sejumlah parpol dalam pilkada Kabupaten TTU, alumni Akmil 1999 ini menamai koalisi besar tersebut dengan terminologi “Mengantarnya Menuju TTU 01”.

Mengusung perubahan dengan konsep pendidikan dan ekonomi sebagai instrumen, ia sangat optimis memenangkan kontestasi pilkada Kabupaten TTU 2020.

“Membangun TTU dengan konsep yang sama, tidak akan ada perubahan. Wajah TTU ini suram,” ungkapnya.

Suami dari Adinda Winantuningtyas ini membandingkan Kabupaten TTU dengan daerah lain di sekitarnya yang ia klaim jauh lebih maju dan berkembang. Sementara Kabupaten TTU dari waktu ke waktu tidak pernah ada kemajuan apa-apa.

Kalau pun ada, sambung Falen, itu hanya pada pembangunan infrastruktur. Itu pun sekitar pantai utara (Kecamatan Insana Utara), lantaran berbatasan dengan Negara Timor Leste.

“Dua puluh tahun lalu, saya tinggalkan TTU. Ketika saya kembali, tetap saja seperti dulu. Saya ingin TTU berubah,” kata Falen dalam nada serius.

Falentinus yang mengambil magister kebijakan publik di Negeri Kanguru ini meninggalkan TTU 1999, ketika menempuh pendidikan militer di Bandung.

Setelah melanglang buana di dunia militer, ia akhirnya memutuskan pensiun dini, 2018. Seiring bergulirnya waktu, ia terjun ke dunia politik.

Merasa prihatin atas ketertinggalan pembangunan di daerahnya, Falen pun mengambil keputusan maju sebagai salah satu kandidat untuk berkontestasi di pilkada 2020.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here