Petrus Selestinus, SH

Jakarta, zonanusantara.com – Kepolisian diminta segera melakukan penangkapan terhadap pelaku penyebar video Rahmawati Soekarno Putri. Video yang beredar melalui medsos, berisi rekaman pembicaraan Rahmawati Soekarnoputri yang sudah tidak utuh atau hasil editan.

Petrus Selestinus mengatakan, isi pembicaraan atau pandangan Sukmawati Soekarnoputri dalam forum diskusi kebangsaan dengan tema “Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme”. Diskusi tersebut diselenggarakan oleh Divisi Humas Polri.

“Sangat disesalkan dan wajib dicari siapa otak dan pelaku yang telah melakukannya (menyebarkan video tersebut),”kata Petrus Selestinus melalui siaran pers, Senin (18/11).

Menurut advokat anggota Peradi itu, pihak yang menyebarkan rekaman video Sukmawati, tidak utuh. Pelaku, kata dia, sengaja mengadu domba umat

“Sangat disayangkan masih ada pihak-pihak yang secara sengaja dan tanpa hak mencoba melakukan kejahatan berupa menyebarkan informasi yang tidak mengandung kebenaran dengan tujuan menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan sara, sebagai perbuatan yang dilarang oleh undang-undang,” ujarnya.

Advokad senior itu menjelaskan, video yang beredar dalam keadaan tidak utuh (berupa potongan-potongan rekaman isi pembicaraan) yang sengaja disebarkan ke publik berbeda dari narasi asli isi pembicaraan Sulmawati.

Ia juga mengharapkan yang utuh pihak Divisi Humas Polri mempublis atau mengklarifikasi rekaman asli pandangan Sukmawati. Harapan ini, lanjutnya, sebagai bantahan bahwa tidak ada narasi dalam isi pembicaraan Sukmawati berisi pernyataan yang kontennya menista agama.

Petrus Selestinus yang juga merupakan anggota Forum Advokat Pembela Pancasila (FAPP), mengungkapkan, video tersebut sengaja dipublis
dengan maksud agar siapa pun yang mendengarkan video itu akan berpendapat bahwa telah terjadi tindak pidana penistaan agama.

“Padahal faktanya tidak demikian,” tandasya.

FAPP mendesak Polri untuk segera menangkap dan menahan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab menyebarkan video rekaman yang tidak utuh dengan tujuan menimbulkan keresahan, kebencian di kalangan masyarakat, bahkan perpecahan berdasarkan SARA,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here