Puluhan Siswa Baru SMA Seminari Santu Rafael Oepoi Kupang Jalani MOS “Rumah Cita dan Cinta”

Puluhan Siswa Baru SMA Seminari Santu Rafael Oepoi Kupang Jalani MOS "Rumah Cita dan Cinta"_zonanusantara.com
Istimewa

KEFAMENANU – Awal masuk sekolah baru, dulu sering membawa kecemasan tersendiri bagi calon siswa-siswi baru. Selain dituntut untuk cepat beradaptasi dengan lingkungan dan teman-teman baru, juga banyak tugas yang dibebankan.

Lantas bagaimana dengan pelaksanaan Masa Orientasi Sekolah (MOS) atau yang kini dikenal dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) saat ini?

Read More

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) juga dikenal sebagai Masa Orientasi Sekolah (MOS) merupakan sebuah kegiatan yang umum dilaksanakan di sekolah setiap tahun ajaran baru guna menyambut kedatangan para peserta didik baru.

Masa Orientasi Sekolah sudah tidak asing lagi dijumpai di tingkat SMP maupun SMA. Hampir seluruh sekolah negeri maupun swasta menggunakan cara itu untuk mengenalkan almamater kepada peserta didik baru.

Masa Orientasi Sekolah dijadikan sebagai ajang untuk melatih ketahanan mental, disiplin dan mempererat tali persaudaraan juga sebagai perantara untuk membuat siswa-siswi baru mengenali lingkungan sekolahnya.

MOS juga sering dipakai sebagai sarana perkenalan siswa terhadap lingkungan baru di sekolah tersebut.

Hal tersebut juga dilakukan SMA Seminari Santu Rafael Oepoi Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Di Sekolah yang beralamat di Jalan Bajawa, Kupang Nusa Tenggara Timur itu, Masa Orientasi Seminari atau Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dalam bahasa latin disebut Lectio Brevis merupakan masa pengenalan bagi para Seminaris baru yang memulai perjalanan panggilannya di tingkat SMA.

Baca Juga :  Laka Lantas, Ketua DPRD Kabupaten Malang periode 2009-2014 Tutup Usia

Untuk tahun ajaran 2023/202 SMA Seminari Santu Rafael Kupang melakukan MOS terhadap 52 peserta didik baru selama 3 hari, terhitung dari hari Rabu tanggal 23 sampai 25 Juni 2023.

Kepala SMA Seminari St. Rafael Oepoi, RD. Franky Kopong mengatakan, MOS adalah masa perkenalan siswa baru dengan lingkungan dan keberadaan seminari.

Makna orientasi, ujar RD. Franky Kopong sesungguhnya ialah melihat-lihat atau meninjau supaya kenal. Tujuannya adalah agar Seminari yang anda pilih semakin dikenal, dicintai, disayangi dan dimiliki.

“Seperti kata pepatah: tak kenal maka tak sayang,”ujarnya kepada para Seminaris baru.

MOS, imbuh RD. Franky merupakan kesempatan bagi para Seminaris untuk mengenal nilai-nilai yang selama ini hidup dan yang akan dipraktekkan di Seminari.

Dijelaskan, dalam MOS, para seminaris akan mendapatkan sejumlah materi sebagai panduan dalam hidup sebagai warga seminari, diantaranya, materi tentang Lectio Brevis, Habitus di seminari, Kebangsaan dan nasionalisme, arah dasar kurikulum seminari dan SMA, praksis pendidikan nilai dalam era digital, perpustakaan, tata tertib dan OSIS/Pengurus UMUM Seminari.

RD Franky Kopong berharap, para seminaris dapat menyesusiakan diri, pola tingkah laku, sikap pandangan, kepercayaan, cita-cita dan nilai-nilai hidup dengan pola tingkah laku lembaga pembinaan dan pendidikan calon imam, nilai-nilai dan etos kerja yang diyakini dan dipraktekan semua warga seminari.

Baca Juga :  Ciptakan Aplikasi Pembelajaran Inovatif, Guru MAN 4 Bone Terpilih Sebagai Guru Terbaik III Tingkat Nasional

“Satu hal yang perlu diketahui bahwa alangkah indahnya hidup di Seminari. Di Seminari ini semua benih keindahan hidup bertumbuh. Di seminari ini semua mimpi tumbuh. Di seminari ini, semua kembang berbunga,”ungkapnya.

Kepada para Seminaris, dirinya menyebut Seminari merupakan suatu keluarga yang akan selalu mendukung para seminaris menggapai cita-cita. Bukan hanya cita-cita sebagai Imam namun juga cita-cita lainnya yang dimiliki para Seminaris.

“Di seminari ini, anda tidak sendiri, anda memiliki formator, guru yang andal sebagai orangtuamu. Jadi anda memiliki keluarga yang menopang hidup anda dan memastikan anda tumbuh tanpa hambatan yaitu, orang tua dikampung, keluarga, guru,”tandasnya.

“Semua hal itu bisa dikatakan sama seperti menanam benih. Bilah benih itu tumbuh kita tentu tidak menyalahkan benihnya tetapi menggarap kembali tanahnya dengan baik dan memberinya pupuk dan air yang cukup. Itulah seminari menangah St. Rafael Oepoi, sungguh tempat terbaik untuk benih muda bertumbuh,”katanya menambahkan.

Dalam MOS, pungkas RD. Franky para seminaris mendapatkan materi dari sejumlah civitas dan para pembimbing dari SMA Seminari St. Rafael Oepoi, diantaranya, RD. Kristoforus Banu Taslulu, RD. Yarid Munah, RD. Yakobus Longga, RD. Yasintus Runesi, Kepala SMA Seminari St. Rafael Oepoi, RD. Franky Kopong.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *