Reaksi Suku Madura di Malang Terhadap Spanduk Provokatif Warga Madura

IMG 20240128 WA0036 - Zonanusantara.com
Foto M. Ossy

MALANGKOTA – Warga Madura yang bermukim di kota Malang Jawa Timur memberikan tanggapan atas spanduk bernada provokatif mengatasnamakan warga Madura.

Diketahui usai Debat Calon Wakil Presiden yang ke 4, pada Minggu (21/1) kini berbuntut panjang. Baliho dan spanduk penolakan terhadap Gibran Rakabuming Raka marak beredar di sejumlah kota/kabupaten di Jawa Timur dan Madura.

Read More

Menanggapi hal ini, Organisasi Tokoh Madura kota Malang, menolak tindakan dan enggan dikaitkan dengan aksi tak bertanggung jawab ini. Penolakan dilakukan dengan mencopot seluruh baliho bernada rasis dan mendeskriditkan salah satu Cawapres (Gibran).

” Dulur, ayo konco2 Madura di Malang, saya bersama teman teman asli Madura mengajak saudaraku putra asli madura asli ada di Kota Malang, untuk cinta damaidamai ujarnya Minggu (28/1).

Di kota Malang, baliho anti Gibran terpasang di sejumlah titik pusat kota oleh oknum tak bertanggung jawab.  Seperti di Gerbang masuk muharto gg V, Jembatan Muharto, Gerbang masuk  jl selorejo, Jl. Letjend S. Parman , Purwantoro, Kec. Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur 65125, Deretan hotel atria ( jl. letjend S parman kec blimbing

Baca Juga :  Garda Puti Soekarno Total Menangkan Kelana-Astutik

5.pintu gerbang bantaran dr arah sebelah JMG, Pertigaaan jembatan suhat sisi pabrik es, Pertigaan MT Haryono. Pertigaan  mayjend panjaitan didekat kantor arema, Jl.gjayana gg 5 , dan Jl kalimosodo dan abimanyu.

Siapapun yang kita dukung sebagai Calon presiden, kita harus cinta damai. Jangan mau di provokasi. Kampanye cinta damai jangan buat rasis.

isi spanduk ini bukanlah cerminan orang Madura, orang madura tidak seperti ini. ”  ujar  Muhammad Yusuf, Tokoh Madura kota Malang, dalam bahasa Madura.

Lebih lanjut dirinya mengatakan bahwa Organisasi Madura sangat menentang segala bentuk tindakan rasisme. Dalam pemilu kali ini, Komunitas Madura memilih untuk bersatu dan rukun dalam menciptakan pemilu yang aman dan kondusif.

“Orang Madura tidak ada yang rasis. Orang Madura cinta damai,

Baca Juga :  Terindikasi Dukung Paslon Bupati Tertentu, Pejabat di Dinas PPO Bakal Diperiksa Sekda

Mewakili kota malang, Kuta bersatu, putra Madura cinta damai.” Imbuhnya.

Sementara Pak Hotip, Tokoh Ormas Madura Asli (MADAS ) mengatakan bahwa Warga Madura di Malang cinta damai dan mendukung Pemilu Damai. Dirinya juga memastikan Madas Malang menjadi siap menjadi salah satu garda terdepan untuk menjaga keutuhan NKRI.

” Pada titik penurunan banner kedua, saya dan teman-teman Madura bersatu. Orang Madura cinta damai, pemilu 2024 harus sukses, putra Madura cinta damai.

Tidak ada orang Madura yang begini.isi spanduk ini bukanlah cerminan orang Madura, orang madura tidak seperti ini.

Siapapun yang menggangu pemilu, harus kita lawan. Orang Madura tetap solid, Indonesia NKRI. ” Tuturnya.

Pemasangan baliho ini selain di Malang juga terjadi di Bangkalan Madura, Kabupaten Jember dan kota lain di Jawa Timur. Hal ini sebagai buntut dari Debat Gibran dengan Mahfud MD dalam Debat Ke -4 Cawapresnya RI yang dinilai banyak kalangan kurang beretika dalam bersikap.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *