Sanusi Minta, PDAM Kota Malang Hormati Keputusan PTUN

Bupati Malang, HM Sanusi (Foto : Toski)

MALANG, zonanusantara.com –  Bupati Malang, HM Sanusi meminta kepada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Malang menghormati dan legowo atas putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang mengabulkan gugatan Pemerintah Kabupaten Malang beberapa waktu lalu.

Permintaan orang nomor satu di Kabupaten Malang tersebut dikarenakan, hingga saat ini pihak PDAM Kota Malang belum memiliki itikad baik dalam melakukan komunikasi dengan pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang atas putusan PTUN tersebut.

“Seharusnya, kota menerima putusan pengadilan seperti itu, yang nantinya diberikan ke kabupaten. Tapi, sampai saat ini belum (komunikasi). Kabupaten sudah memulai, lewat pak ketua dewan dengan DPRD kota untuk memfasilitasi, saya harap dalam waktu dekat ketemulah,” ungkapnya, saat ditemui awak media usai melaunching Sipika e-transaksi di Perumda Tirta Kanjuruhan, Senin (4/11).

Akan tetapi, lanjut Sanusi, secara lisan dirinya dan Walikota Malang, Sutiaji, telah ada kesempatan untuk mencabut Surat Izin Pengambilan Air Tanah (SIPA) pengelolaan sumber air Wendit dan dikembalikan ke Kabupaten Malang. Kesepakatan ini dilakukan dihadapan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono.

“Awalnya, ketika saya, pak Sutiaji, ibu Gubernur, terus menteri, sudah sepakat, SIPA dicabut, di kembalikan ke PDAM Kabupaten, kemudian kerjasama dengan PDAM Kota. Masalah tarif, dirunding lagi,” ujanya.

Ia menginginkan permasalahan ini segera selasai sesuai aturan yang berlaku. Sedangkan untuk permasalahan tarif dirinya enggan berkomentar. Pokoknya kedua belah pihak jangan ada yang dirugikan

“Pak Sutiaji nawar Rp 400, saya gak masalah soal tarif, pokonya ini selesai secara aturan. Pokoknya kedua belah pihak jangan ada yang dirugikan,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here