Senator Bengkulu Bang Ken : Mendikbud Harus Punya Terobosan Pendidikan Vokasi Nilai – Nilai Kebangsaan

Bang Ken (Foto : Dedy Mulyadi)

JAKARTA, zonanusantara.com – Senator asal Provinsi Bengkulu, Drs. Ahmad Kanedi, yang duduk di Komite III DPD RI, menyikapi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang dipimpin mantan bos Gojek, Nadiem Makarim, harus mampu menjalankan tugas pokok Kemendikbud sesuai yang diamanahkan untuk membantu tugas Presiden RI, tentunya diterima dan diberikan kesempatan terlebih dahulu.

“Supaya dia bisa memenuhi tugas – tugas yang diamanahkan oleh Presiden RI dan diamanahkan juga oleh UUD 1945. Kita punya harapan besar dengan generasi kekinian untuk dapat mengimplementasikan, karena kata kunci kemajuan bangsa ini ada di sektor pendidikan,” ujar Ahmad Kanedi yang biasa dipanggil akrab, Bang Ken, Kamis (31/10/2019) di Kantor DPD RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Bang Ken yang fokus terhadap pendidikan, menyatakan bahwa sektor pendidikan harus menjadi garda terdepan apalagi bila sektor pendidikan ini dikelola dengan baik untuk menjawab tantangan jaman, baik masa kini, masa depan, maupun yang akan datang. Maka bangsa dan pendidikan ini akan bagus.

“Saudara kita ini (Mendikbud RI) akan menjawab itu dan kita berikan kesempatan supaya bisa melaksanakan tugas – tugas dia dan memfokuskan pendidikan ini untuk peningkatan SDM,” pungkas Bang Ken, kepada zonanusantara.com

Ia pun menyarankan, bisa memberikan masukan dan dukungan serta memberi peluang kepada Mendikbud pada Kabinet Indonesia Maju, untuk berinovasi dan beraktivitas dalam membangun sistem pendidikan. Mengingat pesan Presiden terhadap sesama anak bangsa agar pendidikan itu lebih dititikberatkan pada pendidikan vokasi.

Dari harapan Ahmad Kanedi, bila pendidikan ini dititikberatkan pada pendidikam vokasi, maka BLK – BLK di daerah harus dihidupkan. Ia pun mengakui bahwa BLK – BLK sekarang ini sudah tertinggal bahkan ada yang tidak berfungsi. Maka dari itu kata Senator asal Bengkulu, dengan memfungsikan BLK – BLK sehingga lembaga – lembaga itu bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk membangun pendidikan yang berorientasi angkatan kerja.

Hal lain terkait pelajar yang sempat terpapar faham radikalisme, Anggota Komie III DPD RI menyarankan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dapat memodifikasi pendidikan agar anak -anak pelajar memiliki ketangguhan nilai – nilai kebangsaan sehingga menurutnya, bisa merawat anak – anak terdidik supaya tumbuh dan berkembang baik dan menjadi manusia Indonesia yang sejati yang punya nilai – nilai luhur ketahanan.

Masih ditambahkan Ahmad Kanedi terhadap dunia pendidikan, ia mempercayai Mendikbud yang baru ini, kiranya bisa memberi terobosan dalam dunia pendidikan agar bisa memiliki keterampilan dalam bidang pemahaman nilai nilai kebangsaan. Jadi tidak saja dikembangkan pada pendidikan vokasi untuk dunia kerja dengan mengambil keterampilan – keterampilan. Tapi dengan vokasi nilai – nilai kebangsaan, maka anak – anak pelajar akan jauh dari pengaruh faham radikalisme.

“Ada perbedaan pemahaman nilai – nilai kebangsaan yang diterapkan MPR yang bernam Empat Pilar dengan pemahaman nilai – nilai kebangsaan yang diterapkan di Lemhannas. Kalau di Lemhannas adalah untuk menciptakan pemimpin dan menjadi insan – insan yang paripurna sedangkan yang diterapkan MPR adalah proses untuk meningkatkan nilai – nilai kebangsaan,” tandasnya.

Namun hal menarik bagi Bang Ken, Kepala Desa selama ini belum pernah mengikuti pemantapan nilai – nilai kebangsaan, seyogyanya pemerintah Kabupaten/Kota atau Provinsi menganggarkan kepala desa mengikuti pemantapan nilai – nilai kebangsaan di Lemhannas, setidaknya sudah memiliki pondasi yang kuat untuk memahami nilai – nilai kebangsaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here