Siswa SMA di Perbatasan Disuluh Radikalisme dan Terorisme

Foto: Lius Salu

Kefamenanu, Zonanusantara.com – Siswa-siswi SMA Negeri Mutis dan masyarakat Eban, Kecamatan Miomaffo Barat, Kabupaten TTU, diberi penyuluhan tentang terorisme dan radikalisme. Penyuluhan itu disampaikan Perwira Seksi Intelijen (Pasi Intel) Kapten Inf. Emanuel Ribut Dima selaku personel Satgas TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-104/ 2019, Kodim 1618/TTU, Sabtu (23/3/2019)

Penyuluhan sekaligus sosialisasi itu bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebarluasan paham radikalisme dan terorisme.

Kapten Ribut dalam arahannya meminta siswa-siswi dan masyarakat waspada terhadap permasalahan yang bisa mengancam persatuan bangsa dalam bentuk gerakan separatisme, gerakan radikal kanan dan kiri serta terorisme.

“Kegiatan penyuluhan dan sosialisasi dilaksanakan agar masyarakat dan siswa-siswi sebagai generasi penerus bangsa paham serta mendapat pencerahan untuk mencegah paham radikalisme pro-kekerasan di wilayah Eban, Kecamatan Miomafo Barat. Pemahaman tersebut perlu untuk menghadapi tantangan dan persaingan yang semakin ketat dalam era globalisasi dan perubahan yang cepat dan mendasar,” tandas Pasi Intel Kodim 1618/TTU.

Diungkapkan, bangsa Indonesia masih dihadapkan pada permasalahan dalam negeri yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Ancaman tersebut antara lain dalam bentuk gerakan separatisme, gerakan radikal kanan dan kiri, dan juga terorisme.

“Jangan mudah terprovokasi. Kondisi seperti ini sangat nyata dan serius membahayakan keamanan bangsa dan negara. Karena itu, penanganan serius secara terpusat, terpadu dan terkoordinasi dengan semua elemen masyarakat di semua lini harus dimulai sejak dini,” tutur ia dalam nada berpesan.

Ia berharap generasi muda dan masyarakat jangan sampai mudah disusupi. Heterogenitas masyarakat, baik etnis, agama, ras dan golongan juga menjadi salah satu sasaran menyusupnya ajaran terorisme yang harus diwaspadai,” pinta mantan Danramil Ponu ini.

Selain materi pencegahan penanganan radikalisme dan terorisme, Kapten Ribut juga menyampaikan materi tentang organisasi terlarang seperti PKI, Gerakan Fajar Nusantara (GAFATAR), ISIS dan HTI.

“Organisasi-organisasi tersebut merupakan organisasi yang dilarang oleh Pemerintah Republik Indonesia dan patut kita cegah bersama-sama karena organisasi tersebut bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945,” tandas Kapten Ribut, sapaan akrabnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here