Soft Launching SD Islam Athirah Bone Tawarkan Konsep 3A+B, Investasi Nyata Masa Depan Cerah

f2b6d4dc 2856 41f5 b3b0 dbcafb186245 - Zonanusantara.com
Soft Launching SD Islam Athirah Bone yang dirangkaikan dengan Lomba Mewarnai Tingkat TK se Kabupaten Bone ditandai dengan penyerahan potongan nasi tumpeng oleh Wakil Direktur Sekolah Islam Athirah Wilayah III Bone Syamsul Bahri, SPdI, MPd kepada Sekretaris Dinas Pendidikan Drs. Nursalam, MPd

BONE–Sebuah peristiwa bersejarah terjadi di Hotel Helios, Kabupaten Bone, pada Minggu, 21 Januari 2024, dengan dilaksanakannya Soft Launching SD Islam Athirah Bone yang dirangkaikan dengan Lomba Mewarnai Tingkat TK se Kabupaten Bone. Acara ini menjadi momen penting bagi pendidikan di daerah tersebut, dihadiri oleh berbagai tokoh pendidikan, termasuk Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bone Drs. Nursalam, MPd, dan beberapa Petinggi Yayasan Kalla.

f4008e8f 35ef 40c7 9f27 a4b8ada5124b - Zonanusantara.com

Read More

Soft Launching ini juga dimeriahkan dengan Lomba Mewarnai tingkat TK se Kabupaten Bone, menarik perhatian anak-anak yang berbakat seni dari seluruh wilayah. Anak-anak pun antusias menghiasi kanvas mereka dengan warna-warna ceria, menciptakan karya indah yang memperlihatkan bakat dan kreativitas mereka.

Wakil Direktur Sekolah Islam Athirah Wilayah III, Syamsul Bahri, SPdI., MPd, memberikan sambutan di acara tersebut. Beliau menjelaskan bahwa beberapa hari sebelumnya, pada 23 Januari 2024, kegiatan Tudang Sipulung pendidikan Sulawesi Selatan digelar dengan menghadirkan pembicara utama, H. Jusuf Kalla. Dalam pidatonya, Kalla menekankan pentingnya pendidikan dasar sebagai pondasi kemajuan, mengutip bahwa jika pendidikan dasar gagal, kemajuan akan menjadi lambat.

Syamsul Bahri menyampaikan keprihatinan mengenai kondisi pendidikan dasar di Indonesia, khususnya di Kabupaten Bone. Beliau mengungkapkan data dari Kementerian Pendidikan yang menunjukkan bahwa asesmen kompetensi minimum tahun 2022 menunjukkan tingkat ketidaklulusan yang cukup mengkhawatirkan. Sekitar 20% siswa di tingkat Sekolah Dasar belum memenuhi kompetensi, dan 30% siswa lainnya berada di level yang belum memadai. Hanya sekitar 50% siswa yang berhasil menyelesaikan pendidikan dasar.

Syamsul Bahri juga menggambarkan dampak ketidaklulusan ini pada masa depan pendidikan. Jika literasi tidak tuntas di tingkat TK, siswa akan kesulitan melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya di SD, SMP, dan SMA. Ini dapat menjadi hambatan bagi kemajuan dan bersaing di tingkat internasional.

Namun, dalam konteks Sekolah Islam Athirah, kondisi literasi dan numerasi justru menunjukkan capaian yang luar biasa. Semua unit, termasuk SMP dan SMA Islam Athirah Bone, telah mencapai kompetensi minimum yang baik, bahkan menduduki peringkat teratas nasional. SMP Islam Athirah Bone mencapai 100 poin untuk literasi, sementara SMA Islam Athirah Bone juga menunjukkan pencapaian tertinggi dalam literasi di Sulawesi Selatan.

Baca Juga :  Sekda TTU Himbau Masyarakat Ikut Meriahrayakan HUT Kota Kefamenanu¬†

Soft Launching SD Islam Athirah Bone dan Lomba Mewarnai Tingkat TK bukan hanya sebuah acara peresmian, tetapi juga momentum untuk merenungkan dan mengatasi tantangan pendidikan dasar di daerah. Harapan besar terletak pada upaya bersama untuk meningkatkan literasi dan numerasi anak-anak sebagai investasi nyata dalam masa depan yang lebih cerah.

Wakil Direktur Sekolah Islam Athirah Wilayah III, Syamsul Bahri, SPdI., MPd, juga memberikan informasi terkini terkait proyek pembangunan gedung baru SD Islam Athirah di Kelurahan Bukaka, Bone. Menurutnya, lokasi tanah yang telah dimiliki Yayasan memiliki luas kurang lebih 2 hektar, yang akan digunakan untuk membangun SD dengan konsep yang lebih terbuka.

“Insha Allah, lokasi tanah milik Yayasan adalah lahan seluas kurang lebih 2 hektar. Ini akan menjadi cukup untuk membangun SD dengan konsep yang lebih terbuka, termasuk area bermain yang memadai untuk anak-anak,” ujar Syamsul Bahri.

Wakil Direktur menegaskan bahwa area bermain di SD Islam Athirah juga akan disiapkan. Meskipun belum hadir di Kelurahan Bukaka, rencananya adalah gedung baru akan siap digunakan pada bulan Juli saat memasuki tahun ajaran baru.

Syamsul Bahri juga menjelaskan keunggulan SD Islam Athirah Bone dengan konsep 3A + B. “Pertama, Akademik harus kuat dengan kemampuan berpikir kritis. Kedua, Al-Quran menjadi Core kurikulum dengan jumlah pembelajaran paling besar. Dan ketiga, Akhlah atau karakter yang kuat. Selanjutnya, B adalah kemampuan bahasa, termasuk bahasa asing,” ungkapnya.

SD Islam Athirah mengimplementasikan program penjaminan mutu yang mencakup seluruh aspek. “Setiap siswa harus mendapatkan kompetensi yang sama, dan ini akan diukur setiap semester. Kami ingin menjadi sekolah yang unggul dalam berbagai kompetisi dengan fokus pada akademik yang kuat, Al-Quran, akhlak yang terbentuk, kemampuan bahasa, dan tetap mencintai budaya,” tambahnya.

Proses pendaftaran siswa untuk SD Islam Athirah Bone telah dibuka dalam waktu terbatas. Keluarga yang tertarik diundang untuk mendaftar segera dan menjadi bagian dari perjalanan pendidikan yang berkualitas di sekolah ini.

Sementara itu, Drs. Nursalam, MPd, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, menyatakan optimisme terkait pembukaan sekolah baru yang diharapkan dapat memberikan harapan baru bagi pendidikan di wilayah tersebut. Dalam pernyataannya, Nursalam menjelaskan bahwa dengan adanya sekolah baru ini, jumlah sekolah dasar di Kabupaten Bone akan bertambah menjadi 677, menjadikannya yang terbesar di Sulawesi Selatan.

“Saya pikir sekolah ini akan memberi harapan baru bagi pendidikan kita di Kabupaten Bone. Kalau sekolah dasar yang terdaftar di kami hari ini itu sebanyak 676 SD baik Negeri maupun swasta, dan jika sekolah ini sudah terwujud kita akan berjumlah 677 SD di Kabupaten Bone,” ujar Nursalam.

Baca Juga :  Pengusaha Kelinci Kota Batu, Bagi Takjil Untuk Masyarakat

Lebih lanjut, Nursalam menegaskan bahwa konsep yang ditawarkan oleh sekolah baru ini memiliki potensi untuk mengangkat mutu pendidikan di Kabupaten Bone.

“Ini luar biasa kalau ini bisa terwujud, ini menjadi harapan baru bagi orang tua. Apa yang ditawarkan ini saya kira memberi harapan baik kita semua karena memang kalau dilihat dari filosofi pendidikan kita sebetulnya ada dua yaitu pertama bahwa pendidikan itu adalah usaha memaksimalkan potensi,” tambah Nursalam.

Namun, Nursalam juga tidak menampik kenyataan bahwa pencapaian literasi dan numerasi di Kabupaten Bone masih di bawah standar yang diharapkan. Menurutnya, perlu adanya upaya maksimal dari lembaga pendidikan untuk meningkatkan kompetensi baik di tingkat SD maupun SMP.

“Apa yang ditawarkan ini saya kira memberi harapan baik kita semua karena memang kalau dilihat dari filosofi pendidikan kita sebetulnya ada dua yaitu pertama bahwa pendidikan itu adalah usaha memaksimalkan potensi. Hari ini anak-anak kita di Anugerah dan potensi berbeda-beda sehingga tugas lembaga pendidikan lah yang maksimalkan potensinya,” ungkapnya.

Nursalam juga menggarisbawahi bahwa pendidikan bukan hanya tentang akademis, melainkan juga tentang akulturasi nilai. Ia berpendapat bahwa pendidikan harus menjadi proses akulturasi yang memperkaya nilai-nilai dan memperbaiki akhlak generasi muda.

“Bagaimana lembaga pendidikan bisa memaksimal kompetensi dan diri kita di bidang literasi dan generasi yang kedua Filosofi pendidikan itu adalah bahwa pendidikan itu proses akulturasi yaitu proses pewarisan nilai. Kita ingin mewariskan nilai kepada anak-anak kita. Bagaimana memahami Alquran dengan baik dan bagaimana memperbaiki akhlak,” katanya.

Nursalam juga memberikan peringatan kepada lembaga pendidikan untuk tidak menjadi sekolah elit yang memisahkan diri dari sekolah-sekolah lainnya. Ia menekankan bahwa untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih baik, diperlukan ketulusan dan komitmen dari semua pihak terkait.

“Kami ingatkan kepada seluruh lembaga ini bahwa dua ini dimaksimalkan potensi dan mewariskan nilai ini betul-betul membutuhkan ketulusan dan beri penjelasan dari pengelola itu yang kita cintai,” tambah Nursalam.

Pernyataan Nursalam ini mencerminkan harapan akan perubahan positif dalam dunia pendidikan di Kabupaten Bone dan menjadi panggilan kepada semua pihak terlibat untuk bersama-sama berkontribusi dalam mencapai tujuan tersebut. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *