Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Kem P3A Menginspirasi pada Rapat Senat Terbuka Wisuda Unisman

Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Kem P3A Menginspirasi pada Rapat Senat Terbuka Wisuda Universitas Andi Sudirman_zonanusantara.com
Rini Handayani, SE., MM, Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak (P3A) RI, memberikan pidato inspiratif dalam acara Rapat Senat Terbuka Wisuda Program Magister, Sarjana Strata Satu, dan Diploma Tiga di Kampus Universitas Andi Sudirman

BONE – Rapat Senat Terbuka Wisuda Program Magister, Sarjana Strata Satu, dan Diploma Tiga di Kampus Universitas Andi Sudirman menjadi saksi ketika Rini Handayani, SE., MM, Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak (P3A) RI, memberikan pidato inspiratif Pada Rabu, 31 Januari 2024.

Dalam momentum yang penuh makna ini, Rini Handayani menyampaikan gagasan-gagasan penting mengenai pemberdayaan dan perlindungan terhadap perempuan dan anak-anak. Ia mengungkapkan pentingnya keterlibatan perempuan dan anak dalam perencanaan dan pembangunan bangsa Indonesia.

Read More
Baca Juga :  Universitas Andi Sudirman Resmikan Gedung Rektorat

Menurutnya, perempuan dan anak harus diberdayakan dan dilindungi agar mampu berkontribusi secara setara dalam pembangunan nasional.

Rini Handayani menegaskan bahwa hampir setengah jumlah penduduk Indonesia adalah perempuan, sehingga partisipasi mereka sangat penting dalam menentukan kualitas sumber daya manusia masa depan. Ia juga menekankan bahwa perempuan memiliki kemampuan yang tidak kalah dengan laki-laki, dan banyak masalah dapat diselesaikan jika perempuan diberikan kesempatan yang sama.

Pembangunan hak dan perlindungan anak juga menjadi fokus pembicaraan Rini Handayani. Baginya, hal ini merupakan suatu keharusan yang tidak bisa ditawar dalam rangka memastikan tumbuh kembang yang optimal bagi anak-anak.

Rini Handayani juga mengungkapkan bahwa meskipun telah ada berbagai regulasi dan peraturan baik di tingkat nasional maupun internasional yang menjamin hak dan kesetaraan perempuan dan anak, namun realitasnya masih menunjukkan adanya ketimpangan dan tantangan.

Baca Juga :  Gus Wahid Berpulang

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menunjukkan bahwa masih ada 20 provinsi di bawah rata-rata nasional, meskipun di Sulawesi Selatan (Sulsel) IPM sudah di atas rata-rata nasional.

Selain itu, Rini Handayani juga membahas tentang kesenjangan gender dalam politik, di mana 30 provinsi masih memiliki tantangan di bawah angka rata-rata nasional. Dalam konteks ini, ia mengajukan harapan bahwa pemberdayaan gender akan menguatkan kebutuhan perempuan dan anak dalam politik pembangunan.

Rini Handayani mengajak semua pihak untuk bersama-sama memperjuangkan pemberdayaan dan perlindungan perempuan dan anak sebagai bagian integral dari pembangunan bangsa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *