Tak Ada Mutasi, Sejumlah Jabatan Kepala Sekolah di Bone Terpaksa Diisi Plt

edf39a79 ef7b 4b2b 8429 d5ab55d8a31a - Zonanusantara.com
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone Drs. A. Fajaruddin, MM mendampingi Penjabat Bupati Bone Drs. H. Andi Islamuddin, MH menyaksikan parade barisan yang dipersembahkan oleh siswa SMAN 13 Bone

BONE–Memasuki triwulan III maja jabatan Penjabat Bupati Bone, mutasi jabatan di lingkup pemerintahan Kabupaten Bone belum juga dilakukan. Dampaknya, sejumlah jabatan Kepala Sekolah (Kepsek) di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Bone terpaksa diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Drs. A. Fajaruddin, MM, mengungkapkan bahwa penyegaran jabatan Kepsek terus didorong. “Di tahun ini banyak Kepala Sekolah yang memasuki purna bakti sehingga mau tidak mau jabatan tersebut lowong. Karena hingga saat ini belum ada mutasi, maka untuk mengantisipasi terjadinya kekosongan jabatan, kami mengangkat Plt Kepsek agar proses pendidikan di sekolah tetap berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Read More

Fajaruddin juga menambahkan bahwa saat ini pihaknya telah melakukan inventarisasi guru yang memenuhi syarat untuk diangkat sebagai Kepala Sekolah. “Masih banyak sejumlah guru kita yang telah mengantongi sertifikat Calon Kepala Sekolah namun belum diangkat sebagai Kepsek. Termasuk guru-guru yang sudah berstatus guru penggerak, mereka juga memiliki peluang yang sama untuk diangkat sebagai Kepsek,” jelasnya.

Baca Juga :  Potensi Gas Metan di TPA Supit Urang Bakal Dihidupkan Kembali Oleh DLH Kota Malang

“Jika ada pengisian jabatan dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Bone, tentu kami akan mengusulkan mereka yang memenuhi syarat,” tambah Fajaruddin.

Kondisi ini memunculkan harapan di kalangan guru-guru yang memiliki potensi untuk menduduki jabatan kepala sekolah di Kabupaten Bone. Semua pihak berharap agar proses mutasi dapat segera dilaksanakan untuk memperkuat dan memperbaharui kepemimpinan di berbagai sekolah di wilayah tersebut.

Penjabat Bupati Bone, Drs. H. Andi Islamuddin, MH, mengungkapkan bahwa program guru penggerak telah memberikan dampak positif yang signifikan bagi dunia pendidikan di Kabupaten Bone. Lebih dari 50 guru penggerak telah diangkat sebagai kepala sekolah, sebagai bukti nyata kesuksesan program tersebut.

“Saya telah berbincang dengan Kepala Dinas Pendidikan terkait jumlah guru yang telah mendapat status guru penggerak di Kabupaten Bone, ternyata jumlahnya tidak sedikit, mencapai 400 orang. Saya meminta agar mereka semua diinventarisasi untuk diangkat sebagai kepala sekolah,” ungkap H. Andi Islamuddin.

Baca Juga :  Kades Desa Oeperigi Prioritas Lima Program

Beliau juga menekankan kepada para guru penggerak yang akan diangkat sebagai kepala sekolah untuk tidak memilih-milih tempat untuk menjabat. “Kami ingin guru penggerak ini mau memberikan kontribusi bagi kemajuan pendidikan di Kabupaten Bone, sehingga di manapun ditempatkan, mereka harus melakukan perubahan,” tambahnya.

Menurut Pj. Bupati Bone, proses yang panjang untuk meraih status sebagai guru penggerak, yaitu 9 bulan, menunjukkan bahwa kemampuan guru penggerak tidak diragukan lagi. “Guru penggerak sudah dilatih dan dibimbing, dimanapun mereka ditempatkan. Siapa lagi yang akan melakukan perubahan di pelosok-pelosok kalau bukan guru penggerak? Ini adalah salah satu tantangan kita dalam pendistribusian guru dan kepala sekolah,” pungkasnya. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *