Tak Dibekali APD, Pekerja Operator Mesin Pembakar Sampah di TPA Tlekung Mengalami Luka Bakar

IMG 20240625 181756 - Zonanusantara.com
Ist

Kota Batu -Salah seorang pekerja TPA sampah Tlekung, Andika Agus Saputra terkena percikan api yang ditimbulkan dari pembakaran sampah. Fatalnya saat kejadian pekerja tersebut tidak menggunakan alat pelindung diri (APD).

Salah seorang pekerja operator mesin pembakar sampah di TPA Tlekung, Budi Slamet mengatakan ia dan pekerja lain sudah puluhan tahun bekerja dalam keadaan was-was lantaran tidal difasilitasi APD.

Read More

“Terus terang sudah puluhan tahun para pekerja disini resah karena sering terjadi musibah terbakar, karena sering terkena percikan api saat membakar sampah,” kata Budi Selasa (25/6/2024).

Bapak dengan dua anak ini mengungkapkan, kronologis musibah yang dialami korban pada saat tengah membakar sampah botol yang terbuat dari kaleng. Ketika dimasukkan ke dalam mesin pembakar sampah, botol kaleng tersebut menyemburkan gas hingga mengenai muka dan pipi korban.

Baca Juga :  ICRAF Bersama Dinas Pendidikan Susun Kurikulum Pangan Lokal Untuk Diintegrasikan Ke Mata Pelajaran Muata Lokal

“Sebenarnya dari dulu juga pernah dan sering terjadi musibah seperti ini. Maka dari itu, kami selalu was-was dan kuatir, karena para pekerja di sini tidak dibekali APD saat bekerja,” ungkap Budi.

Kakek dengan satu cucu ini lebih lanjut menguraikan, pihaknya telah mengajukan permohonan terkait APD yang dimaksud ke pihak DLH Pemkot Batu. Namun sampai sekarang ini tidak kunjung terealisasikan.

“Kami juga meminta kepada Dinkes Pemkot Batu untuk memeriksa kondisi kesehatan para pekerja disini, karena setiap hari menghirup asap dari pembakaran sampah, tapi itu juga tidak kunjung terealisasikan juga. Kami butuh perhatian terhadap keselamatan kami para pekerja disini,” papar Budi.

Budi mengaku DLH Pemkot Batu, meminta para pekerja bersabar. Para pekerja lanjut Budi, membutuhkan hand sanitizer, masker, sarung tangan, helm, sepatu safety dan sarana penunjang lainnya seperti APD.

Baca Juga :  Negara dengan Waktu Puasa Terlama di Dunia, Ada yang Sampai 20 Jam

Berkaitan dengan hal itu, dirinya meminta perhatian dari Pemkot Batu melalui DLH dan Dinas Kesehatan Pemkot Batu, untuk mewujudkan itu semua, agar para pekerja menjadi nyaman dan aman pada saat bekerja.

“Terus terang kami tidak meminta uang, hanya APD saja itu yang lebih penting, karena itu semua demi keselamatan para pekerja disini, agar mereka selalu aman dan nyaman ketika bekerja,” tandasnya.

Sementara itu, hingga berita ini dilansir, Kepala DLH Pemkot Batu, Muji Dwi Leksono, saat dikonfirmasi melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp (WA) masih belum memberikan jawaban. (Kharisma)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *