Terpidana Parjito Sudah Ajukan Pensiun Dini

Kahumas Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) Retnowati (paling kiri) dalam pertemuan dengan awak media di ruang rapat rektorat, Jumat, (23/3/2029) (Foto”: Yosef)

Malang, Zonanusantara.com – Parjito, dosen Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) yang dieskusi Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang, telah mengajukan permohonan pensiun dari pegawai negeri sipil (PNS).

Terpidana dosen perguruan tinggi swasta (PTS) di Jl. S. Supriyadi, Malang, itu saat ini tengah menjalani hukuman pidana penjara atas perkara korupsi dana hibah Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Rektor Unikama, Dr Pieter Sahertian, MSi mengatakan, Parjito mengajukan permohonan pensiun dini sekitar Januari 2019.
“Beliau dosen senior dan sahabat kami, karena itu kami akan proses agar bisa mendapatkan hak-haknya
sebagai PNS,” kata Pieter Sahertian, Jumat (22/3/2019).

Terpidana dosen FKIP di Unikama itu telah mengabdi selama 20 tahun, sejak 1989. Sebagai dosen senior, ia telah memenuhi persyaratan untuk pensiun dini.

Doktor Pieter Sahertian mengaku kaget dan prihatin terhadap kasus yang menimpa rekan sejawatnya tersebut. Lantaran itu ia tidak bersemangat untuk memberi pernyataan lebih jauh terkait dengan kasus tersebut. Selain itu kasusnya pun sudah lama dan sempat menyeret nama pendahulunya, mantan rektor Unikama.

“Terkait Parjito saya pikir telah selesai. Ternyata tiba – tiba muncul putusan kasasi yang akhirnya memutuskan (hukuman) lebih tinggi,” tandasnya.

Baca juga: Unikama Siap Rebut Kepercayaan Publik

Kasus yang menjerat dosen senior tersebut berproses sekitar tahun 2013. Kala itu Parjito yang terbukti bersalah atas dana hibah Kemenristekdikti, senilai Rp 2 miliar, divonis dua tahun penjara di Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang.

Vonis peradilan tingkat pertama tersebut diperkuat putusan peradilan banding Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Timur di Surabaya. Selanjutnya di peradilan tingkat kasasi (Mahkamah Agung), vonis atas Parjito diperberat menjadi lima tahun penjara.

Peristiwa tersebut menurut Doktor Pieter Sahertian sangat mengagetkan. Lantaran itu pihaknya akan berusaha membantu. Terlebih lagi Parjito seorang PNS, agar bisa mendapatkan hak-haknya sebagai PNS.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here