Foto : Tika

MALANG, Zonanusantara.com
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang, Jawa Timur menggelar Forum Bersama Stakeholder pada Rabu (30/10).

Kegiatan ini bertujuan meninggalkan kualitas kerja antara Disnaker setempat dengan leading sector Sekretariat Disnaker.

Acara yang berlangsung di Hotel Trio Indah dihadiri sekitar 150 peserta dari Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), Bursa Kerja Khusus (BKK), Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), serta perusahaan lain yang ada di Kabupaten Malang.

Kepala Disnaker, Drs Yoyok Wardoyo MM menjelaskan, di instansi yang dia pimpin memiliki satu sekretariat dan empat bidang, meliputi bidang penempatan tenaga kerja (Penta), hubungan industrial (HI), pelatihan dan produktivitas (Lattas), serta bidang transmigrasi.

“Masing-masing bidang memiliki keunggulan. Penta misalnya, saat ini tengah mempersiapkan Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA),” kata Yoyok Wardoyo.

LTSA ini, lanjut Yoyok, memberikan kemudahan bagi para pekerja migran Indonesia (PMI) untuk mendapatkan layanan untuk berangkat ke negara tujuan secara ringkas dan praktis. Karena semua persyaratan bisa diselesaikan dalam satu sistem.

“Rencananya akan kami launching Desember mendatang,” imbuhnya.

Masih menurut Yoyok, saat ini Disnaker Kabupaten Malang tengah membahas dan menggodok upaya kerja sama untuk pembiayaan calon PMI. Disnaker menggandeng BNI untuk pembiayaan CPMI. Dengan begitu, urusan pembiayaan bisa lebih mudah dan ringan.

Saat ini proses pembahasan MoU dan perjanjian kerja sama (PKS). Rencananya, dalam waktu dekat akan segera di dok.

Sementara itu, dibidang HI, organisasi perangkat daerah (OPD) ini sukses menggelar outbond ketenagakerjaan, beberapa waktu lalu. Selain untuk menjalin keakraban, kegiatan tersebut sekaligus untuk mempererat hubungan antara perusahaan dan pekerja.

“Harapannya dapat mewujudkan zero conflict. Ini program bagus dan banyak manfaatnya,” kata dia.

Sementara itu, di bidangidang Lattas memiliki program pelatihan berbasis digital. Muaranya untuk melahirkan start-up.

Selain membeberkan program kepada para stakeholder, dalam forum ini juga dibuka dialog terbuka. Beberapa masukan peserta diapresiasi oleh Disnaker. Salah satunya, menciptakan embrio link and match antara perusahaan dengan LPK dan BKK. Tujuannya, agar perusahaan mendapatkan calon tenaga tenaga kerja terdidik. Sementara itu, LPK serta BKK juga bisa menyalurkan tenaga kerja mereka.

Selain itu, juga muncul gagasan baru misalnya saja SMK Gathering yang mempertemukan antara pelaku usaha dengan pihak SMK. Arahnya adalah penyerapan tenaga kerja dari lulusan SMK.

Selanjutnya adalah sosialiasi transmigrasi bagi para siswa sekolah. Aspirasi ini mendapatkan sambutan positif. Baik dari pihak perusahaan ataupun Disnaker. Dalam kesempatan kali itu, Yoyok juga mengenalkan warga baru di Disnaker.

“Nanti ditindaklanjuti bidang yang berwenang,” tegasnya. (tik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here