TNI Garda Terdepan Perangi Kemiskinan di NTT

Foto : Lius Salu

Timor, Zonanusantara.com – Musuh kita saat ini adalah kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan dan korupsi. Untuk memeranginya, butuh keterlibatan semua elemen masyarakat, warga bangsa.

Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai salah satu elemen warga bangsa sekaligus sebagai salah satu kekuatan utama. Selain menjaga kedaulatan bangsa dan negara, TNI juga dibutuhkan perannya dalam tugas-tugas sipil lain. Lazim disebut tugas militer selain perang.

Masyarakat sering menyaksikan realitas, di setiap peristiwa bencana alam, prajurit-prajurit TNI pasti hadir. Kehadiran TNI di lokasi bencana alam bersama elemen terkait, mulai dari Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta masyarakat.

Malah, tidak hanya musibah bencana alam, namun juga berbagai peristiwa lain. Musibah kapal tenggelam misalnya, TNI mengerahkan seluruh kekuatan, membantu. Bahkan, dalam kondisi bahaya mengancam sekali pun TNI selalu di garda paling depan.

Dalam bidang ketahanan pangan, TNI juga ikut berperan. Di tiap desa, TNI menempatkan seorang Bintara Pembina Desa (Babinsa).

Foto : Lius Salu

Berdasarkan UU RI Nomor 34/ Tahun 2004 tentang TNI, pasal 7 (ayat 1), tugas pokok TNI menjelaskan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Repoblik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.

Berdasarkan amanat Undang-undang TNI tersebut, maka tidak berlebihan bila publikasi media massa merujuk pada fakta. Intinya, kiprah TNI merealisasikan berbagai program nyata di era pembangunan nasional NKRI.

Melalui program-program nyata, TNI telah menyentuh hati nurani rakyat, melahirkan empati dan simpati. Program-program dimaksud mampu membawa perubahan besar, baik fisik maupun non-fisik.

Hal tersebut sungguh dibuktikan TNI melalui program-program yang mempercepat pembangunan di wilayah-wilayah “Tiga-T” (terpencil, termiskin dan terbelakang). Program-program nyata TNI telah berlangsung sebanyak 104 kali.

Program-program itu ternyata membawa harapan dan pembaharuan bagi masyarakat. Seperti program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Program-program TMMD merupakan program kebanggaan TNI dalam membantu mensejahterakan masyarakat sekaligus mendekatkan TNI dengan rakyat.

Tugas mulia yang diamanahkan dalam program TMMD itu bertujuan mempercepat pembangunan di wilayah tertinggal dan perbatasan.

Foto : Lius Salu

Program ini merupakan program TNI pada zaman kemerdekaan/masa pembangunan. Pada zaman kemerdekaan ini, TNI meletakan senjata, turun langsung ke arena pembangunan, baik fisik maupun non-fisik. Targetnya memperlancar pembangunan di daerah terpencil, terbelakang, termiskin dan berbatasan langsung dengan negara lain.

Tahun 2019 ini, program TMMD ke-104 difokuskan pada sasaran 50 Komando Distrik Militer (Kodim) di seluruh wilayah NKRI, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT). Ada dua Kodim yang mendapatkan program TMMD, yaitu Kodim 1618/TTU di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT, dan Kodim Manggarai.

Di Kabupaten TTU, Kodim 1618/TTU menitikberatkan program TMMD ke-104 di desa Noepesu, Kecamatan Miomaffo Barat. Fokusnya pada infrastruktur jalan sepanjang 700 meter, lebar 3,5 meter dan ketebalan 20 cm. Selain itu juga menunjang pendidikan melalui bantuan kelengkapan fasilitas pembangunan sebuah ruangan kelas baru SMP Negeri Noepesu dan rehab dua ruangan kelas SDN Noepesu.

Foto : Lius Salu

Program TMMD di desa Noepesu dibagi dalam tiga tahap. Rincinya, tahap persiapan (pra TMMD), tahap pelaksanaan kegiatan dan tahap akhir program monitoring serta evaluasi.

Pelaksaan kegiatan TMMD selama satu bulan terhitung sejak 26 Februari hingga 27 Maret 2019 melibatkan 150 personel gabungan TNI-Polri. Rincinya, dari Kodim 1618/TTU 15 personel, Yonif Raider SUS 744/SYB Kompi C 71 personel, Zibang 1/IX/Udayana tiga personel, TNI AU lima personell, TNI AL lima personel, Denkesyah dua personel, Denpal B Kupang dua personel dan dari Polres TTU lima personil.

Kegiatan TMMD di Desa Noepesu secara resmi dibuka Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, Selasa (26/2/2018). Hadir pada acara itu Komandan Korem 161/WS, Brigjen TNI Syaiful Rahman; Komandan Kodim 1618/TTU, Letkol Arm. Roni Junaidi; Komandan Satgas Pamtas Yonif Mekanis /741 GN Sektor Barat, Mayor Inf. Hendra Saputra; Kapolres TTU AKBP, Rishian Krisna Budhiaswanto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here