Water Bombing Bakal Digunakan Atasi Karhutla Gunung Arjuno

AKBP Yade Setiawan Ujung (Foto : Toski)

Malang, Zonanusantara.com– Guna melakukan pemadaman api di Gunung Arjuno, yang berada di tiga daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Provinsi Jawa Timur akan menggunakan skema water bombing atau penyiraman air dari udara dengan helikopter.

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung mengantakan, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, untuk melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) akan dilakukan water bombing.

“Informasi yang saya terima, pihak BNPB Provinsi Jatim telah berkoordinasi dengan pihak BNPB pusat untuk melakukan water bombing,” ungkapnya, saat ditemui awak media sebelum Apel penanganan karhutla Gunung Arjuno, di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Minggu (13/10).

Water bombing ini, lanjut Yade, sangat diperlukan untuk memadamkan Karhutla di gunung Arjuno, khusus di wilayah Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Mojokerto.

“Karhutla Gunung Arjuno ini yang terluas ada di wilayah Kabupaten Pasuruan. Agar tidak menyebar, kami melakukan pemadaman lahan ilalang yang terbakar dengan cara manual,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Bagyo Setiono mengantakan, berdasarkan hasil Koordinasi dengan pihak BNPB Provinsi Jatim, diperkirakan besok (Senin 13/10, red) Helikopter akan datang di Jatim.

“Saat ini helikopter yang akan digunakan untuk water bombing berada di Bandung. Dijadwalkan besok akan terbang ke sini,” ucapnya.

Dengan penggunaan helikopter untuk menyiramkan air pada area yang mengalami kebakaran tersebut, lanjut Bagio, pihakanya belum mengetahui mendetail terkait langkah water bombing tersebut.

“Untuk teknisnya saya tidak paham. Pihak PNPB Provinsi telah berkoordinasi dengan pihak pusat, mungkin kayak sebelumnya,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, Karhutla Gunung Arjuno ini merupakan kebakaran yang ketiga kalinya selama musim kemarau tahun 2019.

Hutan di Gunung Arjuno juga terbakar pada akhir Juli hingga awal Agustus. Saat itu, kebakaran mencapai luasan 300 hektar. Kebakaran itu baru padam setelah petugas mengerahkan water bombing atau pengeboman air melalui helikopter.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here