Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu Gelar Aksi di Malang, Suarakan Krisis Multisektoral dan Kedaulatan Rakyat

Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu Gelar Aksi Di Malang, Suarakan Krisis Multisektoral Dan Kedaulatan Rakyat

Kota Malang, ZonaNusantara – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu menggelar aksi demonstrasi dan mimbar bebas di kawasan Alun-Alun Tugu, Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (21/10/2026).

Aksi yang melibatkan elemen mahasiswa, buruh, petani, hingga masyarakat sipil ini menuntut tindakan tegas pemerintah atas krisis multisektoral yang dinilai kian memprihatinkan.

Humas Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu, Muhammad Arif Ilham, menegaskan bahwa aksi ini dilandasi oleh kondisi nasional yang sedang tidak baik-baik saja, mulai dari persoalan bencana alam hingga krisis ekonomi.

Menurutnya, pemerintah pusat maupun daerah harus segera mengambil langkah konkret tanpa berlindung di balik prosedur birokrasi yang berbelit.

“Aksi simbolik yang kami sampaikan berfokus pada beberapa poin tuntutan yang coba kami selaraskan dengan kondisi nasional. Pertama, untuk segera menetapkan status bencana nasional yang terjadi di beberapa daerah agar pemerintah merespons hal ini dalam waktu cepat,” ujar Ilham di sela-sela aksi.

Selain penanganan bencana, massa aksi menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta isu korupsi yang menyeret lembaga kebencanaan.

Baca Juga :  Bank NTT Dorong Produktivitas Pemuda Desa Melalui Turnamen Bitefa Cup

Ilham mengkritik keras alokasi APBN yang dinilai tidak berpihak pada penanganan masalah daerah yang kian menumpuk.

Ia juga menyayangkan lemahnya kepemimpinan di daerah-daerah terdampak bencana yang terkesan pasif.

“Hari ini permasalahan di setiap daerah menumpuk, bahkan BNPB yang seharusnya menanggulangi bencana justru dikorupsi. Kepala daerah yang terdampak pun banyak yang cenderung diam ketimbang bersikap,” tegasnya.

Di sektor ekonomi-sosial, Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu menyoroti beban hidup masyarakat yang kian berat akibat Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM), Lonjakan harga bahan pokok,

Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal, serta Tuntutan penyesuaian upah yang layak bagi pekerja.

Tak hanya itu, mereka turut mendesak evaluasi menyeluruh terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) serta program-program pemerintah seperti MPB/EBG dan KDP/KDMP.

Berbeda dengan demonstrasi pada umumnya yang kerap menuntut revisi undang-undang atau sekadar beraudiensi dengan pejabat daerah, aksi kali ini membawa pesan mendasar terkait delegitimasi kekuasaan.

Massa juga mengecam keras tindakan represif dan penangkapan terhadap para aktivis di berbagai kota seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Semarang.

Baca Juga :  Biro Reklame Mengeluarkan, Pertanyakan Penyegelan Reklame di Pakisaji

“Kita tidak menggunakan tajuk-tajuk yang bersifat politis pragmatis, agar permasalahan di masyarakat tidak terbagi-bagi. Kita mendikte kekuasaan untuk segera melakukan tindakan nyata,” tambah Ilham.

Gerakan di Kota Malang ini diproyeksikan menjadi pemantik konsolidasi menuju tingkat nasional. Melibatkan simpul Solidaritas Perjuangan di Malang, massa menyatakan kesiapannya menyambut seruan gerakan nasional bersama Komite Sadar di Jakarta.

Sebagai bentuk penegasan sikap, aliansi menjadwalkan eskalasi aksi dalam skala yang lebih besar pada 28 Oktober mendatang dengan mengusung gerakan ‘Komite Sadar: Selamatkan Daulat Rakyat’.

Aksi yang berlangsung di sepanjang bahu jalan utama Tugu Kota Malang tersebut berjalan tertib dan kondusif di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian.

Setelah seluruh perwakilan elemen selesai menyampaikan aspirasi di mimbar bebas, massa membubarkan diri secara teratur menjelang petang.

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts