BONE– Keakraban dan semangat sportivitas mewarnai pelaksanaan Fun Mini Soccer tingkat Provinsi Sulawesi Selatan dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-80. Kegiatan ini digelar di Lapangan Abadi, Kabupaten Bone, pada Rabu, 7 Januari 2026, dan menjadi salah satu agenda paling meriah dalam rangkaian peringatan HAB tahun ini.
Turnamen tersebut berhasil melahirkan UIN Makassar sebagai Juara I, setelah menunjukkan permainan solid dan penuh determinasi sejak babak awal. Juara II diraih Tim Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Selatan, sementara Juara III bersama ditempati oleh UIN Palopo dan IAIN Bone.
Ketua Panitia Pelaksana Fun Mini Soccer, H. Muhammad Saleh, S.Pd.I., M.Pd, yang juga Kepala KUA Ulaweng, menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan yang pertama kali digelar dalam sejarah HAB Kementerian Agama, khususnya di Sulawesi Selatan. Menariknya, ia juga turut memperkuat Tim Kanwil Kemenag Sulsel dalam ajang tersebut.
“Ini adalah momentum perdana Fun Mini Soccer masuk dalam rangkaian resmi HAB. Tujuannya bukan semata mengejar kemenangan, tetapi mempererat silaturahmi, kebersamaan, dan semangat kebugaran di lingkungan Kementerian Agama,” ungkapnya.
Menurutnya, Fun Mini Soccer hanyalah satu dari beragam kegiatan yang digelar untuk memeriahkan HAB Ke-80. Panitia juga menghadirkan voli, sepak takraw, tenis lapangan, hingga permainan tradisional seperti lomba lari karung antar pejabat, yang sukses mengundang gelak tawa sekaligus antusiasme peserta.
“Kami ingin HAB ini benar-benar dirasakan sebagai milik bersama. Ada olahraga modern, ada juga permainan tradisional yang sarat makna kebersamaan,” ujarnya.
Khusus cabang Fun Mini Soccer, panitia melibatkan perguruan tinggi se-Sulawesi Selatan, bahkan membuka ruang partisipasi lintas iman dengan hadirnya perguruan tinggi Kristen dari Tana Toraja. Total terdapat enam tim dari unsur perguruan tinggi, ditambah Tim Kanwil Kemenag Sulsel yang diperkuat pemain dari berbagai satuan kerja.
Tak kalah menarik, laga pembukaan dimeriahkan oleh pertandingan eksebisi melawan Jurnalis Bone FC. Pertandingan berlangsung sengit dan menghibur, dengan selisih kemenangan yang sangat tipis.
“Penampilan Jurnalis Bone FC benar-benar di luar dugaan. Permainannya rapi dan solid. Bahkan kami dari panitia dan Forum KUA dibuat keteteran. Hampir saja berakhir imbang,” tutur Muhammad Saleh sambil tersenyum.
Ia berharap, ke depan akan ada agenda lanjutan yang kembali mempertemukan Jurnalis Bone FC dan Forum KUA, tidak sekadar sebagai ajang olahraga, tetapi juga sebagai ruang memperkuat sportivitas, persaudaraan, dan semangat kerukunan—nilai-nilai yang menjadi ruh utama Hari Amal Bakti Kementerian Agama Republik Indonesia. (*)






