MALANG,- Akhir pekan tidak harus selalu diisi dengan perjalanan jauh ke luar kota. Bagi warga Malang, ada banyak cara untuk menikmati kota dengan lebih menyenangkan, mulai dari berburu kuliner bernuansa nostalgia, menikmati festival musik anak muda, hingga menyusuri sudut kota yang penuh cerita.
Bagi warga yang ingin merasakan suasana pasar zaman dulu, Festival Tempoe Doeloe di area parkir Living Plaza Sawojajar bisa menjadi pilihan pertama. Berlangsung pada 9–18 Oktober 2026, festival ini mengajak pengunjung bernostalgia lewat jajanan tradisional, kuliner kekinian, kerajinan tangan, hingga barang antik. Anak-anak juga bisa mengenal permainan tradisional yang kini sudah jarang ditemui. Suasana semakin meriah dengan pertunjukan musik, parade tarian Nusantara, parade cosplay, Malang Talent Show, dan lomba fashion anak. Festival ini buka setiap hari pukul 15.00–22.00 WIB dengan tiket masuk gratis, sekaligus menjadi wadah bagi pelaku UMKM lokal untuk menampilkan produknya.
Jika Tempoe Doeloe menawarkan nostalgia, pilihan berbeda hadir melalui Senada Senja Festival 4.0 yang menyasar pecinta musik dan komunitas kreatif. Mengusung tema Sound of Our Resonance dengan tagline Out of Reality, Into the Rhythm festival garapan AMC FIA UB ini dijadwalkan berlangsung pada 31 Oktober 2026, pukul 15.00–23.00 WIB di Kota Malang. Sejumlah penampil seperti EASTCAPE, ENAMORE, GREYFIA, THE SETTING SUN, THE SAMO, dan SOCIKOCLOGY dijadwalkan tampil. Dengan konsep festival hingga malam hari, acara ini cocok menjadi agenda penutup Oktober bagi mahasiswa dan pecinta musik. Tiket tersedia mulai Rp40.000 di platform penjualan resmi.
Bagi yang menginginkan wisata dengan tempo lebih santai, Kajoetangan Heritage menawarkan pengalaman menyusuri sejarah di tengah kota. Kawasan kampung heritage ini dikenal dengan bangunan lawas, gang-gang estetik, serta banyak sudut menarik untuk fotografi. Berjalan kaki pada pagi atau sore hari menjadi cara sederhana untuk melihat Malang dari perspektif berbeda, tidak hanya sebagai kota pendidikan, tetapi juga kota dengan jejak sejarah yang masih terasa. Destinasi ini juga mudah dikombinasikan dengan eksplorasi kawasan pusat kota lainnya.
Sementara bagi warga yang ingin merencanakan perjalanan sehari ke luar Kota Malang, Museum Angkut di Kota Batu bisa menjadi pilihan wisata edukasi dan hiburan. Museum ini menghadirkan koleksi kendaraan dari berbagai era lengkap dengan zona tematik yang terinspirasi dari ikon dunia. Perpaduan koleksi bersejarah dan suasana imersif membuatnya cocok dikunjungi bersama keluarga maupun teman, sekaligus menjadi spot foto menarik.
Untuk melepas penat dari suasana perkotaan, wisata taman bunga di kawasan Malang Raya juga bisa menjadi alternatif. Destinasi seperti Batu Love Garden (BALOGA) dan Selecta menawarkan hamparan bunga, udara sejuk, dan area rekreasi keluarga. Karena Oktober merupakan periode peralihan menuju musim hujan, pengunjung disarankan memeriksa prakiraan cuaca terlebih dahulu, mengingat tampilan bunga dapat berubah mengikuti musim dan perawatan.
Dengan beragamnya pilihan tersebut, perencanaan perjalanan menjadi kunci agar akhir pekan lebih berkesan. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan transportasi online seperti inDrive untuk mobilitas yang lebih praktis, melalui mekanisme penawaran harga yang transparan di mana tarif dapat disepakati bersama pengemudi sebelum perjalanan dimulai.






