KEFAMENANU, NTT – Dekenat Kefamenanu, yang merupakan bagian dari Keuskupan Atambua, kembali mengadakan aksi sosial untuk berbagi kasih dengan para penderita kusta di wilayahnya.
Kegiatan rutin ini dilaksanakan pada tanggal 26 Desember 2025, bertepatan dengan perayaan Natal kedua, dan menjadi wujud nyata kepedulian gereja terhadap masyarakat yang terdampak penyakit kusta.
Romo Deken Dekenat Kefamenanu, Kanisius Oki Pr, menjelaskan bahwa aksi berbagi kasih ini telah menjadi tradisi tahunan di Keuskupan Atambua, khususnya untuk mereka yang tinggal di sekitar Kefamenanu.
Menurut Romo Kanisius, kegiatan ini dilaksanakan setiap Natal kedua dan Paskah kedua, di mana para penderita kusta diundang untuk berpartisipasi dalam misa bersama.
“Kegiatan ini sudah menjadi bagian dari program Keuskupan. Setiap Natal kedua dan Paskah kedua kita melangsungkan misa bersama para penderita kusta. Bapak Uskup pun meluangkan waktu untuk datang, merayakan misa, dan menyapa para penderita,” ujar Romo Kanisius Oki saat ditemui Sabtu (27/12/2025).
Semua penderita yang tersebar di berbagai lokasi, baik yang berada di sentralisasi Rumah Sakit Kusta Naob maupun dari rumah–rumah paroki yang berada di wilayah Dekenat Kefamenanu, hadir di pusat Dekenat untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Selain mengikuti misa, umat dari Paroki Santa Theresia turut berpartisipasi dengan memberikan paket bantuan berupa sembako sebagai “kado Natal” untuk para penderita kusta. Paket bantuan berisi beras, minyak goreng, telur, mie instan, gula, kopi, garam serta pakaian layak pakai yang disumbangkan oleh toko–toko lokal.
“Kami bersyukur karena masih ada umat yang peduli dengan kondisi mereka. Selain itu, kami juga memberikan transportasi sesuai dengan jarak tempuh para peserta. Ini sudah kami lakukan setiap tahun,” tambah Romo Kanisius.
Usai misa, kegiatan dilanjutkan dengan acara hiburan dan ramah tamah bersama para penderita, anak–anak OMK (Orang Muda Katolik), panitia, umat setempat, dan Bapak Uskup di aula Dekenat.
Romo Kanisius menyebut bahwa tahun ini terdapat 64 orang penderita kusta yang hadir dalam perayaan tersebut. Angka ini menunjukkan bahwa upaya pemberantasan penyakit kusta di wilayah itu belum sepenuhnya berhasil karena masih banyak penderita yang hidup di komunitas. Beberapa penderita bahkan tidak dapat hadir karena kondisinya tergolong berat.
Pihak Dekenat berharap agar para penderita kusta dapat dirujuk dan mendapatkan perawatan yang lebih intensif di Rumah Sakit Kusta Naob agar bisa memperoleh pengobatan yang tepat serta layanan kesehatan penuh.
Romo Kanisius mengimbau mereka untuk menjalani pengobatan secara rutin, karena dengan minum obat secara teratur, penyakit kusta dapat ditangani dengan baik sehingga angka penyebaran bisa ditekan.






