Dili, Timor Leste – Pada malam lembut di Pusat Budaya Indonesia, Dili ibukota Timor Leste terdengar alunan lagu rohani yang menggetarkan. Hanya beberapa kursi yang terisi, lampu redup menari di dinding, dan di antara bisik angin malam, terdengar tatapan haru dari penonton terbatas. Tapi bagi mereka yang hadir, konser privat “Ada Cinta di Bumi Lorosae” bukan sekadar musik. Ini adalah doa, persaudaraan, dan jembatan hati semua dibungkus dalam harmoni suara dari Vincenzo Singers.
Vincenzo Singers bukanlah grup paduan suara biasa. Berakar dari komunitas rohani “Sekeping Hati untuk Maria Keuskupan Atambua”, mereka membawa misi lewat musik bukan hanya menghibur, tapi menguatkan iman dan persatuan. Ketika grup ini mendapat undangan untuk tampil di Dili, di tengah komunitas diaspora Indonesia dan warga Timor Leste, itu bukan sekadar pentas melainkan panggilan hati.
Ketua mereka, Yuventius F. Bloikletes, menceritakan bahwa konser digelar 21-22 November 2025, dengan penonton terbatas. Namun meskipun intim, konser ini “menggema” jauh bukan lewat jumlah orang, melainkan melalui kedalaman pengalaman spiritual dan ikatan persaudaraan.
Di akhir konser, bukan tepuk tangan yang paling membekas tapi donasi. Sebanyak US$ 8.998 terkumpul dari para penonton dan diaspora yang hadir. Angka itu bisa jadi bagi-bagi musiman, tapi bagi Vincenzo Singers, itu adalah bentuk nyata cinta dan dukungan. Bagi mereka, donasi itu bukan soal uang, melainkan kepercayaan bahwa suara mereka punya ruang di hati banyak orang, dan mereka dipanggil untuk terus berkarya dalam musik rohani.
Lebih dari itu konser ini menjadi simbol bahwa musik bisa melampaui batas suku, agama, dan negara. “Ada cinta di Bumi Lorosae” bukan hanya judul, melainkan ungkapan persaudaraan yang meresap.
Konser ini digelar berkat dukungan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Timor Leste dan komunitas diaspora, terutama dari Nusa Tenggara Timur. Kehadiran mereka di Dili menegaskan bahwa diplomasi budaya bukan hanya soal politik tapi soal hati.
Di tengah semarak peringatan 50 tahun kemerdekaan Timor Leste pada 28 November 2025, konser ini hadir sebagai hadiah, persembahan musik rohani dari komunitas Indonesia untuk warga Timor, sebagai wujud persaudaraan yang melampaui sejarah dan batas geografis. Bagi Vincenzo Singers, ini adalah panggilan mulia membawa suara Tuhan, merajut persatuan lewat nada, dan memperdalam ikatan antara dua bangsa melalui musik.
Konser privat di Dili bukan hanya momen sekali jalan bagi Vincenzo Singers melainkan awal dari sebuah perjalanan. Donasi dan apresiasi yang mengalir memberikan mereka kekuatan untuk terus melayani lewat musik dan nyanyian rohani. Bagi tiap anggota baik dari NTT, Timor Barat, maupun Timor Leste ini adalah panggilan untuk terus berbagi suara, iman, dan persaudaraan.
Dan bagi siapa pun yang mendengar kisah ini mudah-mudahan bisa diingat bahwa dalam kesederhanaan dan kebersamaan, dalam doa dan nada, ada cinta yang mampu menyatukan. Konser kecil di Dili adalah bukti nyata bahwa cinta, lewat musik, bisa melintasi batas negara, budaya, dan perbedaan dan membentuk persaudaraan yang abadi.






