KEFAMENANU,- Selain seremoni pelepasan yang dipimpin langsung oleh Bupati Yoseph Falentinus Delasalle Kebo, persiapan dan strategi pelatih kontingen karate Timor Tengah Utara (TTU) menjadi faktor krusial dalam kesiapan mereka menghadapi Kejuaraan Karate Piala Pemprov NTT di GOR Flobamora, Oepoi, Kupang, 2-5 Juli 2025.
Keberangkatan 41 atlet, dua pelatih, dua wasit, dan dua manajer tidak lepas dari komando pelatih yang intensif memantau kondisi fisik dan mental atlet selama latihan di TTU.
Bupati Falent mengingatkan pelatih untuk selalu menjalin komunikasi langsung dengan Pemda, menjadikan koordinasi sebagai strategi pengoptimalan dukungan dan logistik kontingen.
“Mohon para pelatih tetap berkoordinasi dengan Pemda. Kita harus bekerja sama untuk memastikan segala kebutuhan anak-anak kita terpenuhi,” ujar Bupati Falent.
Bupati juga menekankan bahwa, di tengah harapan prestasi, hal paling penting adalah etika olahraga dan persatuan.

Lebih dari medali, pengalaman turnamen provinsi diharapkan menanamkan karakter juara dan solidaritas.
“Yang lebih penting adalah membawa pulang pengalaman dan semangat kebersamaan,” tegasnya.
Ajang ini dianggap sebagai batu loncatan penting untuk memperkuat kualitas atlet muda, dan diharapkan dapat menjadi pipeline bagi atlet daerah siap berlaga di tingkat nasional dan internasional.
Tim TTU menampilkan struktur yang solid, 41 atlet, dua pelatih, dua wasit, dan dua manajer resmi diberangkatkan dari kantor Bupati. Mereka sudah menjalani latihan intensif selama beberapa pekan. Koordinasi antara pelatih dan Pemda TTU dinilai sebagai fondasi penting demi kelancaran dan prestasi.






