Dibutuhkan 20 Orang, Penjagal Ungkap Tegangnya Menyembelih Sapi Jumbo 1,1 Ton di Kendal

Suasana ≪A Href=

KENDAL , ZONANUSANTARA.COM– Keringat dingin, degup jantung cepat, dan kerja sama penuh konsentrasi. Itulah gambaran suasana penyembelihan sapi kurban raksasa seberat 1,1 ton yang dilakukan saat Idul Adha di Dusun Pandean, Desa Krajankulon, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal.

Bagi para penjagal yang menangani langsung proses penyembelihan, momen ini menjadi pengalaman yang tak akan mereka lupakan.

“Ini bukan sembarang sapi. Bobotnya luar biasa besar, dan kalau tidak hati-hati bisa membahayakan,” ujar salah satu penjagal yang terlibat dalam proses, saat berbincang dengan zonanusantara.com.

Sapi kurban tersebut merupakan milik Muhammad Nurul Hidayat, seorang pengusaha konter HP yang rutin berkurban sapi jumbo setiap tahun sejak 2018. Proses penyembelihan digelar di depan rumahnya dan menyedot perhatian warga sekitar.

Begitu sapi diturunkan dari kendaraan, para penjagal langsung bersiap. Namun, ukuran tubuh yang masif dan tenaga luar biasa dari sapi tersebut membuat segalanya tidak berjalan semudah biasanya.

Baca Juga :  Hadiri Rakernas di Kemenparekraf RI, Fahrijal: KORMI Nasional Sahkan 11 INORGA Menjadi Anggota Penuh di Rakernas 2024

“Butuh 20 orang untuk merebahkan sapinya. Bahkan sempat mengamuk beberapa saat. Kalau kami lengah sedikit saja, bisa-bisa ada yang cedera,” imbuh penjagal tersebut.

Proses penyembelihan berlangsung menegangkan selama beberapa menit. Tali pengikat sempat tertarik keras karena sapi memberontak. Namun, berkat koordinasi yang solid antarwarga dan pengalaman para penjagal, akhirnya sapi berhasil direbahkan dan disembelih sesuai syariat.

“Alhamdulillah bisa diselesaikan dengan aman. Yang penting tetap niat ibadah dan kerja tim. Kalau tidak kompak, jangan harap bisa beresin sapi segede itu,” katanya.

Setelah proses penyembelihan selesai, para penjagal kembali bekerja memotong bagian demi bagian tubuh sapi yang besar, sambil terus menjaga kebersihan dan kelayakan distribusi daging.

Sapi tersebut dibeli Nurul langsung dari peternak di Ponorogo, Jawa Timur. Setelah dipotong, dagingnya langsung dibagikan ke masyarakat sekitar dan kaum duafa di Kaliwungu.

Baca Juga :  Program Inovasi Fase 3 Satukan Pemerintah, Guru, dan Komunitas di TTU

Warga pun menyaksikan prosesi itu dengan antusias, termasuk anak-anak yang penasaran melihat sapi sebesar itu dari dekat.

“Saya memang sengaja pilih sapi besar, supaya lebih banyak yang kebagian. Ini bukan hanya soal berkurban, tapi juga bentuk rasa syukur,” ungkap Nurul.

Ia berharap, tradisi berkurban sapi jumbo bisa terus ia jalankan setiap tahun sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas sosial.

Dari sisi para penjagal, kurban ini bukan hanya soal menyembelih, tapi juga tentang menghormati proses dan bekerja dengan hati-hati demi menjaga keselamatan semua pihak. (elg)

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts