Irigasi Putus Total, Petani Kendalpayak Terancam Gagal Panen

Irigasi Putus Total, Petani Kendalpayak Terancam Gagal Panen

Kabupaten Malang, ZonaNusantara – Ancaman gagal panen (puso) membayangi para petani di wilayah Kabupaten dan Kota Malang.

Hal ini terjadi setelah tanggul Saluran Sekunder Segaran/Kadalpang, Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji mengalami bencana tanah longsor pada Minggu 11 Oktober 2026 sore sekitar pukul 17.00 WIB.

Akibat terputusnya aliran irigasi utama tersebut, sedikitnya 260 hektar lahan pertanian baku sawah kini sama sekali tidak mendapatkan pasokan air.

Berdasarkan laporan kejadian, longsor yang berlokasi di kawasan pintu air Lowokdoro, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sukun, Kota Malang ini dipicu oleh rubuhnya rumpun bambu yang tergerus derasnya luapan air dari Saluran Primer Kadalpang.

Peristiwa tersebut menyebabkan pasangan konstruksi sepanjang 30 meter ambrol, serta menyisakan longsoran tanggul setinggi 7 meter dengan lebar 3,5 meter.

Baca Juga :  Kementerian PUPR Sulap Kampung Kumuh Lewat Program Kotaku

Dampak dari kerusakan aset yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini terbilang krusial.

Kondisi kritis di lapangan mendorong Pemerintah Desa Kendalpayak mengambil langkah darurat dengan mengajukan permohonan peminjaman unit pompa air kepada Dinas Pengairan Provinsi Jawa Timur.

Langkah ini diambil guna menyelamatkan tanaman padi warga yang kian terancam mengering.

Menanggapi situasi mendesak tersebut, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, Ir. Avicenna Medisica Saniputera, M.T., M.H., angkat bicara, dan instansinya saat ini fokus penanganan dampak dari longsor tersebut.

“Terkait dengan kewenangan irigasi, hal tersebut berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, dan koordinasi teknisnya dapat dilakukan bersama Dinas PU Sumber Daya Air (PUSDA). Kami dari DTPHP berfokus pada penanganan dampak terhadap budidaya pertanian warga,” ujar Avicenna, Selasa 20 Oktober 2026.

Baca Juga :  Pemilu Terapkan Sistem Digital, KPU Bone Tekankan KPPS Wajib Paham Aplikasi SIREKAP

Kendati demikian, hingga berita ini diturunkan, penanganan di lokasi kejadian masih tergolong lambat, dalam perbaikan fisik di area tanggul yang jebol, selain langkah pemantauan, pendataan, dan koordinasi antarinstansi.

Para petani kini hanya bisa berharap bantuan darurat pompa air serta perbaikan tanggul segera direalisasikan sebelum tanaman mereka mati total.

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts