Malang – Menjelang Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia (RI), tim Gabungan Beladiri Karate-Do Indonesia (Gabdika) Shito Ryu Kai Jawa Timur (Jatim), berhasil meraih medali di ajang International Asia-Pasific Karate Championship, yang di gelar di Tangerang Selatan, pada Jumat (31/7/205) hingga Minggu (3/8/2025).
Ketua Pengurus Daerah (Pengda) Gabdika Shito Ryu Kai Jatim, Kh. Joehari Salam mengatakan, raihan keberhasilan ini sebagai kado HUT ke-80 RI yang mengusung tema ‘Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju’.
“Keberhasilan dan prestasi ini, kami persembahkan sebagai kado terindah buat HUT RI yang ke 80. Salam cinta NKRI!,” ucapnya, saat dikonfirmasi, Senin (4/8/2025).
Pria yang akrab Abah Joe ini mengapresiasi dan bersyukur atas raihan prestasi dari ketiga atletnya yang telah berjuang dengan gigih dan berhasil mengkoleksi 9 medali di ajang bergengsi tingkat Internasional itu.
“Sebagai Ketua Pengda Gabdika Jatim, saya bersyukur dan angkat topi setinggi tingginya atas prestasi gemilang atlet-atlet dari Malang Jatim, yang bisa membuktikan kualitas dan prestasi gemilang di even Internasional,” jelasnya.
“Saya juga sampaikan terimakasih tiada terhingga kepada para Pelatih dan Pengurus yang telah bersusah payah mencetak atlet-atlet yang hebat,” tambahnya.
Abah Joe menjelaskan, di International Asia-Pasific Karate Championship tersebut, Gabdika Shito Ryu Kai Jatim hanya menurunkan tiga atlet Karate yang berasal dari Kota Malang dan Kabupaten Malang, dan berhasil memperoleh 9 medali, baik emas perak dan perunggu.
“Bisa dibayangkan betapa gigih dan semangat juang mereka, hanya 3 atlet, bisa memperoleh 9 medali, baik emas perak dan perunggu,” tegasnya.
Selain itu, lanjut, Abah Joe, selain semangat juang para atlet, wasit dan juri internasional yang sangat obyektif dan sportif dalam memberikan nilai, berbeda dengan wasit dan juri di daerah yang biasanya selalu memenangkan anak didiknya atau dari Ryuhanya meskipun masih kurang bagus dari pada lawan-lawannya.
“Wasit/Juri Internasional sangat obyektif dan sportif, yang kami sesalkan wasit-juri di daerah-daerah biasanya selalu memenangkan anak didiknya atau dari Ryuhanya meskipun jauh lebih bagus lawan-lawannya, itu yang membuat atlet-atlet negeri ini sulit menang jika berlaga di event-event regional ataupun Internasional,” tukasnya.
Sebagai informasi, di event International Asia-Pasific Karate Championship tersebut diikuti sekitar 900 atlet dari 12 negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Jepang, dan Australia, India, Nepal, Singapura, serta Amerika Serikat.
Di event kejuaraan tersebut, Gabdika Shito Ryu Kai Jatim menurunkan tiga atlet, yakni Ganes Danastri Pratista Aura, M. Rojul Uzzi, dan M. Rizalu Khudzifa.






