Kota Malang, ZonaNusantara – Pembangunan dan pemeliharaan fasilitas taman di Kota Malang kembali menjadi sorotan publik.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang dinilai kurang cermat dalam merencanakan aspek keberlanjutan perawatan infrastruktur, khususnya pada pengadaan lampu taman bertema klasik di beberapa koridor kota.
Penggunaan lampu taman bertema tempo dulu dalam jumlah masif dinilai berpotensi menyedot anggaran daerah, baik untuk biaya operasional listrik maupun penggantian komponen di masa mendatang.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi tersebut tampak nyata di kawasan Jalan Besar Ijen.
Sejumlah lampu taman bercorak klasik dilaporkan padam pada malam hari, sehingga membuat salah satu ikon kawasan cagar budaya Kota Malang tersebut terkesan kurang terawat.
Menanggapi hal tersebut, Pemerhati Tata Pemerintahan Malang Raya, Awangga Wisnuwardhana angkat bicara.
Pria yang akrab disapa Angga ini menilai hampir seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Malang, termasuk DLH, masih lemah dalam menyusun perencanaan pemeliharaan jangka panjang.
“Seperti contoh lampu taman bercorak tempo dulu di Jalan Ijen, sekarang sudah banyak yang mati. Banyaknya lampu membuat beban listrik bertambah, belum lagi perawatan komponen yang harus diganti,” ujar Angga, Rabu (21/10/2026).
Menurut Angga, keberadaan lampu bertema klasik tersebut sejatinya bukan sekadar penerangan jalan, melainkan identitas visual yang membedakan ikon Kota Malang dengan kota lainnya.
Namun, tanpa perencanaan pemeliharaan yang matang, fungsi estetika dan identitas tersebut justru menjadi sirna.
Angga memprediksi DLH Kota Malang akan semakin kesulitan melakukan perawatan rutin ke depan, terlebih dengan adanya potensi pemotongan anggaran efisiensi daerah.
“Mati lampu bercorak tempo dulu tersebut membuat kawasan Jalan Besar Ijen terkesan kurang terawat saat malam hari,” tambahnya.
Masalah pemeliharaan ini menambah panjang daftar tantangan yang dihadapi DLH Kota Malang.
Sebelumnya, DLH juga mencatat kerugian material akibat aksi pengerusakan fasilitas umum, seperti lampu papan nama (signage) taman di kawasan Ijen dan Galunggung.






