Menapak Jalan Kerukunan, Hakim Lewa Tampilkan Wajah Toleransi PSMTI Bone di HAB Ke-80

Menapak Jalan Kerukunan, Hakim Lewa Tampilkan Wajah Toleransi Psmti Bone Di Hab Ke-80

BONE–Lapangan Merdeka Watampone, Selasa pagi, 7 Januari 2026, menjadi saksi tumpah ruahnya semangat kebersamaan lintas iman. Puluhan ribu peserta dari berbagai latar belakang agama dan budaya menyatu dalam Gerak Jalan Kerukunan se-Sulawesi Selatan yang digelar dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia.

Di antara lautan manusia yang memenuhi pusat Kota Watampone, tampak Ketua Paguyuban Marga Sosial Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Bone, Hakim Lewa, turut ambil bagian. Dengan penuh antusias, Hakim Lewa bersama rombongan devile Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Sulawesi Selatan, memperlihatkan wajah nyata toleransi dan persaudaraan di Bumi Arung Palakka.

Gerak Jalan Kerukunan yang diikuti sekitar 38 ribu peserta dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan ini dilepas langsung oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasruddin Umar bersama Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM. Mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”, kegiatan ini bukan sekadar ajang olahraga, melainkan simbol kuat persatuan bangsa dalam keberagaman.

Baca Juga :  Polsek Pujon Menggunakan Medsos Untuk Edukasi Masyarakat Tertib Berlalu Lintas

Bagi Hakim Lewa, keikutsertaannya bukan hanya bentuk dukungan, tetapi juga wujud komitmen PSMTI dalam merawat harmoni sosial. Ia mengapresiasi kepercayaan pemerintah pusat dan provinsi yang menjadikan Kabupaten Bone sebagai tuan rumah HAB tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

“Gerak Jalan Kerukunan ini adalah implementasi nyata dari tema HAB tahun ini. Semua umat beragama ambil bagian, berjalan bersama, membangun kebersamaan dan persatuan,” ujar Hakim Lewa.

Menurutnya, momentum HAB ke-80 ini menjadi ruang silaturahmi lintas iman yang sarat makna. Perbedaan tidak lagi menjadi sekat, melainkan kekuatan untuk saling menguatkan demi Indonesia yang damai dan maju.

Langkah-langkah rukun yang berpadu di Lapangan Merdeka Watampone hari itu seakan menegaskan bahwa kerukunan bukan sekadar slogan, melainkan praktik hidup yang terus dijaga dan dirayakan bersama oleh seluruh elemen masyarakat. (*)

Baca Juga :  Semangat Nasionalisme Masyarakat Tanete Riattang Timur Menggema di Lomba Gerak Jalan dan Karnaval
Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts