
BONE– Tahun 2024 lalu, pasangan H. Andi Asman Sulaiman dan H. Andi Akmal Pasluddin (BerAmal) memang tak meraih suara mayoritas di Kelurahan Toro-mulai-dikerjakan-pemerintah-bone-prioritaskan-kualitas-dan-ketahanan-infrastruktur/” title=”Ruas Jalan Sungai Berantas dan Panyula-Toro Mulai Dikerjakan, Pemerintah Bone Prioritaskan Kualitas dan Ketahanan Infrastruktur”>Panyula, Toro, dan Lonrae pada Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Bone. Namun, hal itu tak menyurutkan semangat keduanya untuk merangkul seluruh wilayah Bone secara adil dan merata, tanpa terkecuali.
Bukti konkret dari komitmen tersebut terlihat di awal masa pemerintahan BerAmal. Ketiga wilayah yang sebelumnya memberikan dukungan politik terbatas ini justru menjadi prioritas pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan yang selama ini dikeluhkan warga.
Tanpa banyak gembar-gembor, Pemerintah Kabupaten Bone melalui refocussing anggaran APBD mengalokasikan dana hingga Rp15 miliar hanya untuk perbaikan ruas jalan di kawasan ini. Salah satu proyek strategis yang mendapat perhatian adalah ruas jalan Toro–Panyula dan Sungai Brantas–Kantor Kelurahan Cellu, serta ruas jalan Toro–Lonrae.
Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, bahkan turun langsung ke lapangan memantau progres pekerjaan. “Saya turun langsung cek progres ruas jalan Sungai Kapuas Toro–Panyula untuk memastikan kualitas pekerjaan sesuai rencana kerja awal,” tegasnya di lokasi proyek.
Pekerjaan jalan ini tidak dikerjakan asal jadi. Ruas jalan Sungai Brantas–Cellu, misalnya, lebih dulu direpair sedalam 15 cm, dilanjutkan dengan repair kelas A setebal 20 cm. Pada titik tertentu, ketebalan struktur jalan bisa mencapai 35 cm. Setelah struktur dasar selesai, dilakukan sand cone test atau uji kepadatan tanah, sebagai bagian dari pengawasan mutu pekerjaan yang termasuk dalam Paket 01 DAU Ruas Jalan Sungai Brantas. Lapisan pengaspalan juga dikerjakan setebal 6 cm untuk menjamin ketahanan jalan terhadap beban kendaraan berat dalam jangka panjang.
Sementara itu, ruas jalan Panyula–Toro yang memiliki panjang sekitar 1,8 kilometer diawali dengan pembangunan talud sebagai fondasi pengaman dari potensi longsoran. Langkah ini menjadi indikator bahwa perhatian tidak hanya tertuju pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga terhadap keselamatan lingkungan dan ketahanan konstruksi.
Adapun ruas jalan Toro–Lonrae juga tak luput dari perhatian, dianggarkan menggunakan APBD Kabupaten Bone tingkat II, melengkapi komitmen menyeluruh untuk pembangunan kawasan Tanete Riattang Barat.
Kini, warga mulai merasakan dampaknya. Perempatan Cellu menuju Kantor Lurah Toro, ruas jalan yang dulu kerap dikeluhkan karena rusak parah dan tak nyaman dilalui, mulai berubah wajah. Jalanan mulus mulai terbentang, membuka harapan baru bagi aktivitas ekonomi, mobilitas masyarakat, hingga geliat pembangunan sosial di wilayah tersebut.
Pemerintahan BerAmal membuktikan bahwa pembangunan tidak mengenal balas dendam politik. Meski kalah suara, wilayah tetap dibangun. Mereka menempatkan prinsip keadilan dan pelayanan publik sebagai prioritas utama.
“Ini bukan soal siapa yang pilih kami atau tidak. Ini soal tanggung jawab pemimpin terhadap seluruh rakyat Bone,” tutup Bupati Andi Asman. (*)






