Misa Syukur Perdana RD Melgy, Imam Baru dari Bugis

Misa Syukur Perdana Rd Melgy, Imam Baru Dari Bugis
RD Melgy Setya Permana (Foto : Yosef N)

BONE – Perayaan misa di Stasi Bone, Keuskupan Agung Makassar, Minggu (18/1/2026) tergolong istimewa. Untuk pertama kalinya seorang putera Bugis dipanggil menjadi imam dan merayakan misa syukur pertama bersama ratusan umat setempat. Stasi Bone merupakan wilayah kerja pastoral Paroki Soppeng, Keuskupan Agung Makassar.

Dalam kotbahnya, RD Melgy Setya Permana mengatakan bahwa meraih mimpi menjadi seorang rohaniawan Katolik melewati rintangan yang cukup pelik. Keluarga menentang pilihan tersebut. “Cita-cita menjadi imam tertanam dalam diri saya sejak kecil. Namun tidak mudah untuk mewujudkannya. Keluarga tidak mendukung,” ungkapnya.

Api cita-cita ini nyaris padam dan mustahil bisa dicapainya. Untuk menjadi seorang imam harus menempuh pendidikan di Seminari. “Saya tidak pernah masuk Seminari. Saya sekolah pelayaran (perikanan),” tandasnya. Benih cita-citanya kembali bertumbuh setelah ia diterima di sekolah seminari.

Baca Juga :  Festival Disdik II 2025, Panggung Talenta, Cahaya Masa Depan Pendidikan Bone, Bupati Dorong Bakat Lokal Tembus Panggung Nasional

Romo Melgy berkisah bahwa pada saat menjalani Tahun Orientasi Pastoral (TOP) di Toraja, ia bersama 15 temannya. Namun tidak semua terpanggil menjadi imam. “Banyak yang dipanggil sedikit yang dipilih,” katanya.

Romo Melgy sempat ditolak untuk melanjutkan pendidikan di Keuskupan Agung Makassar. Lamaran yang ia kirim ke Keuskupan Agung Makassar, tidak diterima. “Sebagai manusia saya sempat galau dan menangis,” ungkapnya.

Misa Syukur Perdana Rd Melgy, Imam Baru Dari Bugis
Pentas Budaya Dari Orang Muda Katolik (Foto : Yosef N)

Namun, semangat berkarya di ladang Tuhan tidak pernah padam. Seiring perjalanan waktu, Romo Melgy akhirnya melabuhkan mimpinya di Keuskupan Maumere, Nusa Tenggara Timur setelah lamarannya diterima.

Romo Melgy Setya Permana ditahbiskan di Keuskupan Maumere, pada September 2025. Pria kelahiran Bone ini memilih motto : Setia sampai mati (Wahyu, 2:10) Pada saat memimpin misa syukur pertama imamatnya, di Stasi Bone, Romo Melgy didampingi empat orang romo, seorang diantaranya Romo Vinsen dari Maumere, serta dua frater asal Papua yang sementara menimba pendidikan di Makassar.

Baca Juga :  Peningkatan Fasilitas TPS dari Anggaran CSR Jadi Sorotan Publik

“Semoga ada lagi imam baru dari paroki ini,” harapnya.

Usai upacara misa dilanjutkan dengan acara seremoni dengan menampilkan tarian daerah setempat dari OMK. Umat yang hadir berasal dari beberapa daerah di antaranya Kabupaten Bantaeng, Bulukumba, Sinjai, Sengkang dan Soppeng. Kabupaten Bone selaku tuan rumah.

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts