Pemprop NTT Dorong TTU Bangun NTT Mart Untuk Tampung Produk Lokal

Pemprop Ntt Dorong Ttu Bangun Ntt Mart Untuk Tampung Produk Lokal

KEFAMENANU, NTT – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) meminta Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) untuk membentuk NTT Mart sebagai pusat pemasaran produk lokal di daerah tersebut.

Permintaan ini disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, Zet Sony Libing, saat mendampingi Wakil Bupati TTU meninjau lapak Industri Kecil Menengah (IKM) di halaman Rumah Jabatan Bupati TTU.

Menurutnya, keberadaan NTT Mart di tingkat kabupaten bertujuan menampung dan memasarkan produk lokal masyarakat. Produk tersebut akan dibeli pemerintah dan dipasarkan melalui NTT Mart guna mendorong peningkatan produktivitas pelaku usaha.

“Tujuannya agar seluruh produk lokal yang dihasilkan masyarakat dibeli pemerintah dan dipasarkan melalui NTT Mart. Pemerintah ikut membantu memasarkan sehingga dapat meningkatkan produktivitas,” ujarnya.

Libing menjelaskan bahwa NTT Mart sudah beroperasi di tingkat provinsi, dan sejumlah produk lokal termasuk minyak kayu putih telah masuk di dalamnya. Disperindag Provinsi NTT bahkan menyiapkan anggaran untuk membeli produk lokal masyarakat TTU yang nantinya akan dikelola bersama Pemkab TTU.

Baca Juga :  Puncak HUT ke-25 SMK Negeri 1 Kefamenanu Dimulai Dengan Misa Syukur dan Pameran Vokasi 

Ia menegaskan dukungan pemerintah tidak hanya pada pembiayaan, tetapi juga pendampingan pelaku IKM, mulai dari pelatihan, fasilitasi sertifikasi halal, pendaftaran merek, hingga izin BPOM, serta pemasaran secara digital.

“Walaupun di TTU, produk bisa dijual secara online. NTT Mart siapkan itu. Bisa manual maupun online,” katanya.

Pemprop Ntt Dorong Ttu Bangun Ntt Mart Untuk Tampung Produk Lokal

Pihaknya juga mendorong agar seluruh ASN berbelanja di NTT Mart untuk mendukung pemasaran produk lokal. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat.

“Terkadang muncul kritik soal monopoli, tetapi ini intervensi pemerintah agar produk lokal tidak kalah di pasar. Konsumen jelas yaitu ASN, karena setiap bulan mereka menerima gaji. Ini cara membagi berkat kepada sesama,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati TTU, Kamillus Elu, menyatakan pemerintah daerah akan segera membahas pembentukan NTT Mart bersama perangkat daerah dan pelaku IKM untuk menentukan lokasi serta skema pengelolaan terbaik.

Baca Juga :  Merawat Pusaka, Menyatu dalam Sejarah: Refleksi HJB 695 Bersama Bupati Bone

“Kita cari formulasi yang baik. Bisa saja kita tempatkan di area depan Rumah Jabatan ini, tapi akan dibahas lebih lanjut,” ujarnya.

Ketua kelompok Wikaris, Ludovikus Sila Bana, menyambut baik rencana tersebut. Ia menilai keberadaan NTT Mart akan memotivasi para pelaku IKM untuk meningkatkan produksi karena adanya kepastian pasar.

“Ini memotivasi kami meningkatkan produksi. Dengan adanya kerja sama ini, pemasaran lebih mudah,” ungkapnya.

Ludovikus yang memproduksi minyak kayu putih atsiri di Humusu Wini, Kecamatan Insana Utara, mengungkapkan bahwa produknya sudah dipasarkan di TTU dan mulai diminati oleh konsumen dari Timor Leste. Ia juga menyebut telah melakukan peluncuran produk bersama NTT Mart pada Agustus lalu.

“Festival seperti ini juga sangat memotivasi kami meningkatkan produktivitas,” tutupnya.

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts