Proyek Lanjutan Kantor Kecamatan Ngajum Disorot, Belum Ditempati Sudah Bocor

Proyek Lanjutan Kantor Kecamatan Ngajum Disorot, Belum Ditempati Sudah Bocor

Kabupaten Malang, ZonaNusantara – Pembangunan sarana dan prasarana Kantor Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, kembali berlanjut pada tahun anggaran 2026 ini.

Kendati digelontor anggaran jumbo secara multi-years, proyek infrastruktur perkantoran ini justru memantik kritik pedas dari kalangan pengamat akibat indikasi pengerjaan yang buruk dan dugaan kecurangan material.

Berdasarkan data dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Malang, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang mengalokasikan pagu anggaran sebesar Rp1.500.000.000,00 dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) senilai Rp1.498.941.609,74 untuk proyek lanjutan ini.

Proses tender pengadaan konstruksi tersebut telah rampung pada tahap pengumuman pemenang. Berdasarkan hasil evaluasi lelang, CV. SATU yang beralamat di Jalan Sisingamangaraja 64, Kota Malang, resmi ditetapkan sebagai pemenang.

CV. SATU keluar sebagai pemenang setelah mengajukan penawaran serta harga terkoreksi sebesar Rp1.240.858.609,00, angka yang diklaim efisien dari nilai HPS yang ditetapkan.

Baca Juga :  Tugas Mappilu Kawal Pemilu Agar Hasilkan Pemimpin Berkualitas

Proyek ini sendiri merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan pemerintah daerah yang telah digarap secara bertahap dalam beberapa tahun anggaran.

Untuk Tahun 2024, Pemkab Malang telah mengalokasikan dengan nilai pagu sebesar Rp2,394 miliar, kemudian di tahun 2025, Dianggarkan kembali dengan nilai pagu sebesar Rp1,528 miliar.

Sedangkan, di tahun 2026, Pemkab Malang melanjutkan dengan menganggarkan sebesar Rp1,5 miliar.

Di tengah suntikan dana yang masif tersebut, kualitas fisik bangunan di Kantor Kecamatan Ngajum justru menuai sorotan tajam.

Pemerhati Tata Pemerintahan Malang Raya, Awangga Wisnuwardhana, menilai perencanaan dan pengerjaan proyek ini terkesan asal-asalan.

Pria yang akrab disapa Angga ini menjelaskan, bangunan yang sudah dikerjakan sejak 2024 sampai 2025 baru saja selesai dan juga belum ditempati tersebut langsung mengalami kebocoran di setiap ruangan saat diguyur hujan.

Baca Juga :  50 Quotes Tentang Keindahan

Angga menduga buruknya kualitas bangunan ini disebabkan oleh dugaan adanya praktik curang, di mana material konstruksi sengaja dioplos demi mencari keuntungan sebesar-besarnya, dan kurangnya pengawasan dari team teknis.

“Pengerjaannya diduga seperti asal-asalan, sehingga baru ditempati, langsung bocor di setiap ruangan. Sebab, diduga materialnya dioplos, untuk mencari keuntungan sebanyak-banyaknya. Yakni, ditemukan bahan bekas dipasang lagi,” tegas Angga menyoroti kondisi di lapangan.

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts